Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pecinta Alam 17 Agustus 1945 (PATAGA) Surabaya menggelar kegiatan Dolen Bareng PATAGA Surabaya di Sungai Pekalen, Probolinggo, pada 3–4 Oktober 2026. Kegiatan tersebut diikuti 21 peserta yang berasal dari mahasiswa Untag Surabaya, khususnya mahasiswa baru, serta peserta umum, alumni, dan anggota aktif PATAGA.
Dolen Bareng PATAGA kali ini direncanakan menjadi agenda tahunan bersama sekaligus wadah bagi mahasiswa untuk mengenal kegiatan alam bebas, khususnya olahraga arus deras. Pengenalan dilakukan melalui pembekalan materi hingga praktik langsung pengarungan.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Sabtu (3/10) dengan registrasi peserta di Sekretariat PATAGA sebelum berangkat menuju Songa Adventure sebagai lokasi basecamp. Setibanya di lokasi, peserta mengikuti Camping Ceria yang diisi dengan kegiatan BBQ night serta pembekalan mengenai dasar-dasar pengarungan.
Materi pembinaan meliputi teknik dasar pengarungan, pengenalan alat-alat yang digunakan dalam kegiatan arung jeram, serta pemahaman mengenai pengalaman berkegiatan di arus deras. Pembinaan dan penyampaian materi dilakukan langsung oleh anggota aktif dan alumni PATAGA.
Kegiatan dilanjutkan pada Minggu (4/10) dengan senam pagi sebelum memasuki agenda utama berupa pengarungan di Sungai Pekalen. Pengarungan berlangsung sekitar lima jam, mulai pukul 09.00 hingga 14.00 WIB.
Dalam pengarungan tersebut, peserta dan panitia menggunakan enam perahu, sementara satu perahu lainnya disiapkan secara khusus sebagai perahu rescue yang dioperasikan oleh operator lokal. Skema tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan keselamatan selama peserta mengikuti aktivitas di arus deras.
Ketua UKM PATAGA Surabaya, Bastian Ali, mengatakan kegiatan ini memiliki tantangan tersendiri karena melibatkan peserta yang belum memiliki pengalaman mendalam mengenai olahraga arung jeram. Kondisi tersebut membuat pengawasan dan penerapan skema keselamatan perlu dipersiapkan secara lebih kompleks.
“Tantangannya adalah pengawasan dan skema keselamatan yang lebih kompleks karena kami tidak hanya berkegiatan dengan sesama anggota PATAGA yang sudah dibekali terkait arung jeram, tetapi juga bersama orang umum yang belum memiliki pemahaman mendalam mengenai keselamatan dan teknik-teknik di arus deras,” ujar Bastian (5/10)
Setelah pengarungan selesai, rangkaian kegiatan ditutup dengan bersih-bersih area sebelum peserta dan panitia kembali ke Surabaya.
“Saya berharap peserta dapat menikmati pengalaman selama kegiatan sekaligus tertarik untuk melanjutkan aktivitas di alam bebas bersama PATAGA Surabaya, serta dari kegiatan ini juga dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang mempertemukan PATAGA dengan mahasiswa melalui kegiatan luar ruang,” tutup Bastian
Dolen Bareng PATAGA Surabaya tidak hanya mengenalkan olahraga arus deras, tetapi juga mendapat kesempatan untuk merasakan langsung aktivitas di alam bebas. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan mahasiswa untuk terus mengeksplorasi kegiatan alam bebas. (Dini)