Program Beasiswa DJITU 2026 yang diselenggarakan oleh Yayasan Khouw Kalbe resmi dibuka dan diperpanjang hingga 17 April 2026, menghadirkan peluang pendidikan tinggi bagi perempuan Indonesia. Program ini menyasar siswi kelas 12, lulusan SMA/sederajat, hingga mahasiswi aktif yang memiliki semangat untuk berkontribusi bagi daerah asal.
Berdasarkan laman resmi Yayasan Khouw Kalbe, Beasiswa DJITU merupakan program pendidikan jenjang D3, D4, dan S1 yang tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga pembinaan karakter. Nilai-nilai yang diusung terangkum dalam prinsip DJITU, yakni Disiplin, Jujur, Inovatif, Tanggung Jawab, dan Unggul. Program ini secara khusus ditujukan bagi perempuan dari latar belakang sosial ekonomi terbatas yang memiliki potensi besar sebagai agen perubahan.
Beasiswa DJITU bukanlah program baru. Sejak diluncurkan pada tahun 2023, program ini terus berlanjut dan menjadi salah satu inisiatif unggulan Yayasan Khouw Kalbe dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan perempuan. Keberlanjutan tersebut mencerminkan komitmen jangka panjang dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi perempuan di berbagai daerah Indonesia.
Program ini menyasar peserta dari 22 provinsi target, yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Syarat dan kriteria pendaftar sebagai berikut:
• Perempuan Warga Negara Indonesia (WNI)
• Berusia 17–22 tahun
• Berasal dari 22 provinsi target (dibuktikan dengan KTP/KK)
• Aktif berorganisasi atau memiliki prestasi
• Tidak sedang menerima beasiswa lain
• Bersedia mengikuti seluruh rangkaian program
• Memiliki komitmen untuk berkontribusi ke daerah asal
Selain itu, peserta dari jenjang SMA/SMK diwajibkan memiliki nilai rapor dengan rata-rata minimal 80 setiap semester sebagai indikator kesiapan akademik untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi.
Proses seleksi dilakukan secara bertahap, mulai dari seleksi administrasi, tes akademik yang mencakup kemampuan dasar dan penulisan esai, hingga tahap wawancara. Melalui esai, peserta diminta menuangkan gagasan serta motivasi pribadi yang mencerminkan visi kontribusi terhadap masyarakat.
Penerima beasiswa akan memperoleh berbagai manfaat, tidak hanya berupa bantuan biaya pendidikan, tetapi juga dukungan pengembangan diri seperti program mentoring, pelatihan kepemimpinan, serta kesempatan membangun jejaring nasional. Pendekatan ini dirancang untuk mencetak perempuan yang mandiri dan mampu memberikan dampak nyata di lingkungan sekitarnya.
Informasi lebih lanjut mengenai program dan ketentuan pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi Yayasan Khouw Kalbe di https://www.yayasankhouwkalbe.org/djitu-reguler/djitu-2026 (Dini)