Untag Arch Week 2026 Diskusikan Sustainable Design, Alam Jadi Inspirasi Arsitektur

  • 04 September 2026
  • 18

Program Studi Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Untag Surabaya resmi membuka Untag Arch Week 2026 pada Selasa (1/9/26) di Auditorium Lantai 9 Graha Wiyata Untag Surabaya.


Mengusung tema “Ruang untuk Kehidupan dan Warisan untuk Masa Depan”, Untag Arch Week 2026 menjadi ruang pertemuan bagi akademisi, praktisi, mahasiswa, hingga komunitas untuk bertukar gagasan mengenai arsitektur dan keberlanjutan.


Pembukaan turut dihadiri dosen Arsitektur, jajaran Fakultas Teknik Untag Surabaya, serta peserta dari luar kampus dan komunitas. Keterlibatan berbagai kalangan tersebut memperluas ruang interaksi dalam Untag Arch Week 2026.


Ketua Program Studi Arsitektur Untag Surabaya, Dr. Ar. Andarita Rolalisasi, S.T., M.T., IPM., IAI., mengatakan Untag Arch Week menjadi wadah untuk mempertemukan mahasiswa dengan praktisi arsitektur. Pertemuan tersebut penting untuk membuka pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara mahasiswa dan dunia profesional.


“Tempat ini merupakan ruang untuk mempertemukan kalian dengan para praktisi, baik sebagai peserta maupun sebagai narasumber,” ujarnya (1/9)


Rangkaian hari pertama dilanjutkan dengan talkshow bertema Sustainable Design (From the Perspective of Nature and Architecture) yang menghadirkan Ar. Hermawan Dasmanto, IAI., dan Ar. Aloysius Erwin Siahaan, IAI.


Materi pertama disampaikan Hermawan Dasmanto dengan membahas sustainable design melalui perspektif alam dan arsitektur. Dalam pemaparannya, Hermawan menjelaskan bahwa alam memiliki sistem yang bekerja melalui siklus. Air, karbon, dan berbagai material dalam biosfer mengalami proses berulang yang memungkinkan kehidupan terus berlangsung.


Hermawan kemudian mengaitkan cara kerja alam dengan konsep circular economy. Berbeda dengan sistem ekonomi linear yang mengambil, menggunakan, kemudian membuang, alam menunjukkan bagaimana sesuatu yang telah digunakan dapat kembali menjadi bagian dari ekosistem.


“Bahkan ketika hidup maupun mati, daun tetap menjadi bagian dari sistem alam dan tidak menjadi sesuatu yang mengganggu,” tuturnya (1/9)


Selain memaparkan konsep, Hermawan juga menampilkan sejumlah karya arsitektur yang pernah dikerjakannya. Melalui karya dan pengalaman praktik tersebut, Hermawan memperlihatkan bagaimana gagasan desain dapat diterapkan dalam berbagai skala, mulai dari interior hingga master planning.


Sementara itu, Aloysius Erwin Siahaan menyoroti pentingnya fleksibilitas desain dalam merespons perubahan kebutuhan manusia. Aloysius menjelaskan bahwa fungsi sebuah bangunan dapat berubah seiring waktu, sehingga desain perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan kondisi dan kebutuhan yang terus berkembang.


“Sebuah desain dapat mengalami perkembangan karena kebutuhan tertentu. Hal yang secara konstan berubah setiap hari sebenarnya adalah manusia itu sendiri.” pungkasnya


Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan penggunaan material atau penghematan sumber daya, tetapi juga kemampuan sebuah bangunan untuk tetap digunakan ketika kebutuhan penggunanya berubah. Fleksibilitas ruang menjadi salah satu aspek penting agar bangunan dapat mempertahankan fungsi dan dimanfaatkan dalam jangka panjang.


Antusiasme peserta terlihat saat memasuki sesi tanya jawab (Q&A). Sejumlah pertanyaan diajukan seputar sustainable design, penerapannya dalam arsitektur, serta bagaimana desain dapat merespons perubahan kebutuhan manusia. Sesi tersebut berlangsung interaktif karena peserta berkesempatan berdiskusi secara langsung dengan kedua narasumber.


Selain talkshow, hari pertama Untag Arch Week 2026 juga diisi dengan pameran karya arsitektur yang menampilkan berbagai karya dan gagasan dari lingkungan akademik maupun profesional. Pameran tersebut melengkapi pembahasan sekaligus memberikan kesempatan bagi peserta untuk melihat secara langsung hasil eksplorasi desain.


Melalui Untag Arch Week 2026, mahasiswa diajak melihat arsitektur secara lebih luas, tidak hanya sebagai persoalan bangunan, tetapi juga sebagai bagian dari hubungan manusia dengan lingkungan dan masa depan. (Dini)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id