Penderita Maag Tetap Bisa Puasa, Ini Tips Aman

  • 06 Maret 2026
  • 95

Bulan Ramadan menjadi momen ibadah yang dinanti banyak umat Muslim. Namun bagi penderita maag dan asam lambung atau GERD, puasa kerap menimbulkan kekhawatiran karena perut kosong dalam waktu lama dapat memicu rasa perih, mual, hingga sensasi panas di dada jika pola makan tidak dijaga dengan baik.


Melansir Kompas.com, penderita maag pada dasarnya tetap boleh berpuasa selama kondisi penyakitnya terkendali dan tidak sedang kambuh berat. Kunci utamanya terletak pada pengaturan pola makan, pemilihan makanan, serta kebiasaan setelah makan.


Sahur menjadi waktu makan yang sangat penting bagi penderita maag. Melewatkan sahur dapat meningkatkan risiko naiknya asam lambung karena lambung kosong lebih lama. Oleh karena itu, menu sahur dianjurkan mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi, roti gandum, atau oatmeal yang dicerna lebih lambat sehingga membantu menjaga rasa kenyang lebih lama.


Asupan protein rendah lemak juga disarankan karena lebih ramah bagi lambung. Beberapa pilihan yang dapat dikonsumsi antara lain ayam tanpa kulit, ikan, telur, tahu, dan tempe. Sayuran tetap penting untuk melengkapi kebutuhan nutrisi, namun sebaiknya dipilih yang tidak terlalu asam atau memicu gas berlebih. Untuk buah, jenis seperti pisang, apel, dan pir dinilai lebih aman dibandingkan buah dengan rasa asam yang tajam.


Saat berbuka puasa, penderita maag dianjurkan tidak langsung mengonsumsi makanan berat dalam jumlah besar. Buka puasa sebaiknya diawali dengan air putih atau kurma dalam jumlah secukupnya untuk membantu menstabilkan gula darah sekaligus mempersiapkan lambung menerima makanan. Setelah itu, barulah dilanjutkan dengan makanan utama dalam porsi yang wajar.


Selain itu, penting untuk menghindari makanan yang dapat memicu peningkatan asam lambung, seperti makanan pedas, gorengan, makanan berlemak tinggi, serta minuman berkafein dan bersoda. Mengonsumsi makanan dalam porsi besar sekaligus juga dapat membuat lambung bekerja lebih keras dan meningkatkan risiko refluks asam lambung.


Tidak hanya pola makan, gaya hidup juga berperan dalam menjaga kesehatan lambung selama berpuasa. Penderita maag dianjurkan tidak langsung berbaring setelah sahur maupun berbuka. Posisi berbaring dapat memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan, sehingga memberi jeda waktu sebelum beristirahat akan membantu proses pencernaan berjalan lebih optimal.


Pengelolaan pola makan yang tepat serta upaya menghindari berbagai faktor pemicu memungkinkan penderita maag dan asam lambung tetap menjalankan ibadah puasa dengan lebih nyaman. Kedisiplinan dalam memilih menu sahur dan berbuka menjadi kunci agar kondisi lambung tetap stabil sepanjang Ramadan. (Maulana)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\