Jangan Salah Pilih Menu Sahur, 6 Makanan Ini Sebaiknya Dibatasi

  • 06 Maret 2026
  • 102

Sahur bukan sekadar makan sebelum imsak. Pola konsumsi saat sahur berperan penting dalam menjaga stabilitas energi, konsentrasi, hingga daya tahan tubuh selama lebih dari 12 jam berpuasa. Karena itu, penting untuk tidak hanya memilih makanan yang praktis dan mengenyangkan sesaat, tetapi juga memperhatikan jenis makanan yang dapat memicu rasa lapar lebih cepat, dehidrasi, atau gangguan lambung.


Melansir CNBC Indonesia, terdapat beberapa jenis makanan yang sebaiknya dibatasi saat sahur agar tubuh tetap bugar selama menjalani puasa.


1. Minuman Manis

Teh manis sering menjadi pilihan praktis saat sahur. Namun, asupan gula berlebihan dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara cepat. Kondisi ini memicu pelepasan insulin yang kemudian membuat kadar gula turun drastis. Akibatnya, tubuh lebih cepat terasa lemas, mengantuk, dan mudah haus. Selain itu, kandungan kafein dalam teh bersifat diuretik yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan berisiko memicu dehidrasi selama puasa.


2. Makanan Tinggi Garam

Hidangan dengan kandungan natrium tinggi seperti mi instan, keripik, telur asin, maupun ikan asin dapat mengganggu keseimbangan cairan tubuh. Konsumsi garam berlebih membuat tubuh menahan cairan secara tidak optimal sehingga rasa haus muncul lebih cepat saat berpuasa. Membatasi makanan asin membantu menjaga hidrasi tubuh lebih stabil sepanjang hari.


3. Olahan Daging Beku

Produk olahan seperti sosis dan nugget memang praktis, tetapi umumnya mengandung natrium tinggi dan rendah serat. Kombinasi tersebut membuat rasa kenyang tidak bertahan lama dan memicu rasa haus lebih cepat. Selain itu, minimnya serat juga membuat sistem pencernaan kurang optimal selama menjalani puasa.


4. Makanan Pedas

Makanan pedas memang menggugah selera, tetapi konsumsi berlebihan saat sahur dapat meningkatkan produksi asam lambung. Kondisi ini berisiko menimbulkan nyeri perut, mulas, hingga diare. Jika diare terjadi, tubuh akan kehilangan cairan lebih banyak sehingga meningkatkan risiko dehidrasi selama puasa.


5. Minuman Berkafein

Selain teh, minuman berkafein seperti kopi dan soda juga sebaiknya dibatasi. Kafein memiliki efek diuretik yang dapat meningkatkan produksi urine, sehingga tubuh kehilangan cairan lebih cepat dan rasa haus muncul lebih awal.


6. Gorengan dan Makanan Berminyak

Aneka gorengan seperti bakwan, cireng, risol, atau pastel memang terasa mengenyangkan. Namun, kandungan lemak yang tinggi dapat membuat lambung terasa lebih berat dan memperlambat proses pencernaan. Makanan berminyak juga dapat memicu fenomena energy crash, yaitu kondisi ketika tubuh tiba-tiba terasa sangat lemas dan sulit berkonsentrasi beberapa jam setelah makan.


Agar puasa dapat dijalani secara optimal, menu sahur sebaiknya mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, serta cairan yang cukup. Pemilihan makanan yang tepat membantu menjaga kestabilan energi sekaligus mencegah dehidrasi selama menjalani aktivitas sepanjang hari. (Dini)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\