LDKS SMATAG 2026, 41 Pengurus OSIS Ditantang Bangun Kekompakan dan Jiwa Kepemimpinan

  • 04 November 2026
  • 23

Menjadi pemimpin tidak cukup hanya mampu memberi arahan, tetapi juga harus bisa membangun kepercayaan, menyusun strategi, dan menjaga kekompakan tim. Kemampuan tersebut diasah oleh 41 pengurus OSIS SMA 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya melalui berbagai tantangan dalam Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) 2026.


Didampingi tujuh guru SMATAG, peserta yang terdiri dari siswa kelas X dan XI tersebut mengikuti kegiatan di Estu Sae Camp & Resto, Penanggungan, Trawas, Mojokerto, pada 23–24 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan kemampuan kepemimpinan, kreativitas, dan kerja sama tim sekaligus menyiapkan siswa menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas, beretika, mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab.


Pada hari pertama, peserta mengikuti sejumlah aktivitas yang berfokus pada pengenalan diri, pembentukan kepercayaan, dan pengelolaan tim. Setelah tiba di lokasi, peserta mendapatkan pengarahan mengenai tata tertib dan keselamatan selama pelatihan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ice breaking melalui aktivitas grouping dan yelling untuk membangun semangat kebersamaan.


Suasana keakraban semakin terbangun melalui permainan Ball Game dalam sesi “Indahnya Saling Mengenal”. Peserta juga mengikuti Trust Fall untuk melatih kepercayaan terhadap anggota tim. Rangkaian kegiatan berlanjut pada malam hari dengan sesi The Highest Building. Dalam aktivitas ini, setiap kelompok diminta merencanakan, mempresentasikan, dan membangun menara menggunakan bahan yang telah disediakan panitia.


Dengan waktu pengerjaan 60 menit dan bahan terbatas, setiap kelompok ditantang menghasilkan bangunan yang tinggi sekaligus kokoh. Peserta mencoba menggulung koran menjadi bagian-bagian yang lebih padat, kemudian menyatukannya satu per satu hingga membentuk menara. Tantangan tersebut melatih kreativitas, pembagian tugas, komunikasi, serta kemampuan menyusun strategi bersama.


Memasuki hari kedua, Sabtu (24/10), peserta mengawali kegiatan dengan Morning Challenge berupa olahraga ringan. Setelah itu, mereka mengikuti sesi Initiative Problem Solving untuk melatih kemampuan membangun tim, mengembangkan komunikasi, dan menerapkan kepemimpinan dalam menghadapi berbagai tantangan bersama.


Rangkaian LDKS kemudian mencapai tahap akhir melalui Final Project bertajuk Candle War. Dalam kegiatan ini, peserta diajak memahami pentingnya menjaga komitmen diri dan tim dari berbagai gangguan, baik internal maupun eksternal. Setiap peserta menyalakan api lilin kelompok, kemudian menyatukannya menjadi satu kesatuan tim besar sambil mempertahankan nyala lilin dan obor di lapangan. Aktivitas tersebut menjadi pengingat bahwa komitmen dan kekompakan perlu dijaga untuk mencapai tujuan bersama.


Ketua OSIS SMATAG Surabaya, Mido Sakhi Zaidan, menyampaikan bahwa LDKS menjadi sarana bagi para pengurus untuk mengasah kemampuan kepemimpinan, terutama dalam menjalankan tanggung jawab melayani seluruh warga OSIS. Para siswa juga belajar bekerja sama dan mengoordinasikan kegiatan agar pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelaksanaan program organisasi di sekolah.


“Melalui kegiatan ini, kami sebagai pengurus OSIS dilatih untuk menjadi pemimpin yang mampu melayani seluruh warga OSIS. Kami juga belajar cara bekerja sama dalam tim dan mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan. Semoga pengalaman yang didapat selama LDKS bisa kami terapkan ketika menjalankan berbagai program OSIS di sekolah,” ungkapnya (23/10)


Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMATAG Surabaya, Sujarno, S.Pd., berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan generasi baru yang mampu menjadi teladan, mandiri, dan membawa perubahan positif bagi sekolah maupun masyarakat.


“Harapannya dapat terbentuk generasi baru yang siap menjadi teladan, mandiri, dan mampu membawa perubahan positif bagi SMATAG Surabaya, lingkungan sekolah maupun masyarakat. LDKS bukan sekadar agenda tahunan, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini,” ujarnya.


Pengalaman selama LDKS SMATAG 2026 diharapkan menjadi bekal bagi para pengurus OSIS dalam menjalankan tanggung jawab organisasi. Kemampuan bekerja sama, menyusun strategi, dan menyelesaikan tantangan bersama diharapkan dapat diterapkan dalam berbagai program OSIS sehingga tercipta lingkungan sekolah yang lebih aktif, kolaboratif, dan positif. (Dini)




https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

BERITA TERKAIT

Samsung Resmi Rilis Galaxy S 4
  • 15 Maret 2013
  • 10636
Kuliah Di India Murah
  • 19 Maret 2013
  • 10823