SMATAG Surabaya Ajak Generasi Muda Hargai Pendidikan Lewat Momen Hardiknas

  • 06 Mei 2026
  • 24

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimaknai siswa SMA 17 Agustus 1945 Surabaya sebagai momentum untuk merefleksikan pentingnya pendidikan sekaligus menghargai jasa Ki Hajar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Nasional.


SMA 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional pada Senin (04/05/26). Kegiatan yang dimulai pukul 07.22 WIB tersebut berlangsung tertib dan khidmat, diikuti seluruh siswa kelas XI beserta jajaran guru.


Upacara dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SMATAG Surabaya, Drs. M. Ecep Sudrajat, M.M., yang bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, ia menekankan bahwa bulan Mei dipenuhi berbagai momentum penting, salah satunya Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap 2 Mei.


“Peringatan ini tidak terlepas dari sosok Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh pelopor pendidikan di Indonesia yang telah memberikan banyak kontribusi bagi kemajuan pendidikan nasional. Hari Pendidikan Nasional ini merupakan momentum penting bagi lembaga pendidikan,” katanya (2/5/26)


Selain menyampaikan amanat, pembina upacara juga membacakan pidato resmi Menteri Pendidikan. Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa Hardiknas bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momen refleksi bersama mengenai hakikat pendidikan.


Pendidikan pada hakikatnya merupakan proses memanusiakan manusia serta upaya menumbuhkan potensi individu secara menyeluruh. Pendidikan juga dipandang sebagai sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun karakter, serta membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, terampil, dan bertanggung jawab. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional.


Pidato tersebut juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan melalui pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.


Senja Syifa’el Adhi Bu Andhanie, siswa kelas XI-2, turut menyampaikan pandangannya terkait makna Hari Pendidikan Nasional.


“Tidak hanya untuk memperingati Bapak pendidikan kita yaitu Bapak Ki hahar Dewantara tapi juga sebagai refleksi apakah pendidikan kita itu sudah merata secara adil atau tidak. Harapannya, agar kita lebih menghormati para pahlawan dan lebih rajin belajar untuk menghargai para pahlawan kita” ujar Senja (2/5/26)


Sementara itu, Fardan Dzaki M, siswa kelas XI-5, turut memberikan pesan kepada siswa lainnya agar tetap memiliki semangat dalam menempuh pendidikan dan meraih cita-cita.


“Tidak hanya untuk memperingati, tetapi juga melihat apakah pendidikan kita sudah merata dan adil. Tetap semangat dalam mengejar cita cita kedepannya,” tutup Fardan


Melalui peringatan ini, siswa tidak hanya mengikuti upacara sebagai agenda seremonial, tetapi juga diajak untuk memaknai kembali pentingnya pendidikan sebagai bekal masa depan sekaligus bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan pendidikan. (Aura)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\