Kampung Bahasa Binaan FIB Untag Surabaya Lanjutkan Pembelajaran Kelas Kedua

  • 10 Juni 2026
  • 267

Setelah diresmikan pada 19 Mei 2026, Kampung Bahasa Semolowaru terus menjalankan kegiatan pembelajaran bahasa asing bagi masyarakat. Program yang dikembangkan oleh Program Studi (Prodi) Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Untag Surabaya ini bertujuan meningkatkan kompetensi berbahasa warga sekaligus mendukung kebutuhan pendidikan dan ekonomi masyarakat.


Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tersebut, kelas bahasa Inggris kedua digelar pada Kamis (4/6) di kawasan Semolowaru. Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa Sastra Inggris Untag Surabaya sebagai pengajar serta diikuti masyarakat dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.


Dua dosen yang hadir, yakni Achmad Naufal Irsyadi, S.Hum., M.Li. dan Adeline Grace M. Litaay, S.S., M.Pd., didampingi empat mahasiswa yang tergabung dalam tim pengajar, yaitu Zahratu Sinta, Diva Anggi Kusuma Nalibrata, Najwa Rahmania, dan Juana Navyta Yulaikha.


Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan materi yang mencakup kemampuan membaca (reading), berbicara (speaking), dan tata bahasa (grammar). Pembelajaran juga dikemas secara interaktif melalui berbagai permainan edukatif yang melatih kemampuan mendengarkan (listening), sehingga peserta dari berbagai kelompok usia dapat mengikuti materi dengan lebih mudah dan menyenangkan.


Program tersebut bertujuan memberikan akses pembelajaran bahasa asing kepada masyarakat sekaligus menjawab kebutuhan warga dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. Berdasarkan hasil komunikasi dengan peserta, kemampuan berbicara atau speaking menjadi aspek yang paling banyak diminati untuk dikembangkan.


“Berdasarkan kebutuhan peserta, ada beberapa keterampilan yang ingin ditingkatkan seperti berbicara, mendengarkan, membaca, menulis, dan tata bahasa. Namun masyarakat ingin lebih dititikberatkan pada kemampuan berbicara,” ujar Grace, Dosen Sastra Inggris Untag Surabaya (4/6)


Menurutnya, peningkatan kemampuan bahasa Inggris memiliki manfaat yang relevan dengan aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Sejumlah warga yang menjalankan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berharap kemampuan berbahasa Inggris dapat membantu memperluas jangkauan pemasaran produk, termasuk kepada wisatawan maupun pelanggan mancanegara.


Pemilihan lokasi pembelajaran dilakukan berdasarkan usulan masyarakat agar kegiatan dapat dijangkau dengan lebih mudah oleh peserta. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran bahasa asing yang dekat dengan lingkungan warga sekaligus mendorong peningkatan kompetensi berbahasa masyarakat.


Melalui program ini, Kampung Bahasa Semolowaru diarahkan menjadi salah satu pusat pembelajaran bahasa di Surabaya yang dapat berkembang sebagaimana Kampung Inggris di Pare, Kediri. Ke depan, Fakultas Ilmu Budaya Untag Surabaya tidak hanya mengembangkan pembelajaran bahasa Inggris, tetapi juga bahasa asing lainnya, termasuk bahasa Jepang, guna memperluas akses dan pilihan pembelajaran bagi masyarakat. (Dini)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id