KKN Non-Reguler Untag Surabaya Terjunkan 309 Mahasiswa ke Kampung Pancasila

  • 04 November 2026
  • 8

Untag Surabaya menerjunkan 309 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Non-Reguler Semester Gasal 2026/2027 ke delapan kelurahan di Kota Surabaya. Program ini difokuskan pada penguatan ketahanan dan kemandirian masyarakat melalui empat pilar pembangunan.


Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Untag Surabaya mengawali program bertajuk Empowering Community dengan upacara pelepasan dan pemberangkatan peserta di Plasa Proklamasi, Gedung Graha Wiyata Untag Surabaya, Jumat (30/10/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Ketahanan Masyarakat: Meningkatkan Kemandirian, Kesiapsiagaan, serta Adaptasi dengan Perubahan untuk Mewujudkan Kesejahteraan”.


Sebanyak 309 mahasiswa mendaftarkan diri secara khusus dalam program KKN Non-Reguler ini. Jumlah tersebut menjadi bagian dari total 971 mahasiswa Untag Surabaya yang memprogramkan KKN pada semester berjalan. Para peserta akan menjalankan pengabdian di wilayah Kampung Pancasila yang tersebar di delapan kelurahan, yakni Ampel, Pegirian, Bubutan, Gubeng, Kertajaya, Pucangsewu, Mojo, dan Semolowaru. Delapan kelurahan tersebut mencakup empat kecamatan, yaitu Semampir, Bubutan, Gubeng, dan Sukolilo.


Ketua LPPM Untag Surabaya, Prof. Dr. Slamet Riyadi, M.Si., Ak., CA., CTA., menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN Non-Reguler tetap mengedepankan kolaborasi dengan pemerintah daerah di kawasan binaan Kampung Pancasila. Program kerja mahasiswa diarahkan pada empat pilar utama pembangunan ketahanan masyarakat, meliputi lingkungan, ekonomi, kemasyarakatan, serta sosial budaya.


“Program KKN Non-Reguler ini tetap berkolaborasi erat dengan pemerintah daerah di kawasan binaan Kampung Pancasila Kota Surabaya. Seluruh program kerja yang dirancang mahasiswa diarahkan untuk memenuhi empat pilar utama pembangunan ketahanan masyarakat, yaitu pilar lingkungan, ekonomi, kemasyarakatan, serta sosial budaya di empat kecamatan penugasan,” jelasnya (30/10).


Penempatan mahasiswa di wilayah Surabaya juga menjadi bentuk kepercayaan Pemerintah Kota Surabaya terhadap kontribusi Untag Surabaya dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Rektor Untag Surabaya, Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T., yang hadir memberikan pengarahan sekaligus melepas peserta, menyampaikan bahwa pemerintah kota secara khusus meminta kehadiran mahasiswa KKN Untag Surabaya.


“Pemerintah Kota Surabaya secara khusus meminta kehadiran mahasiswa KKN Untag Surabaya. Permintaan resmi ini menunjukkan bahwa program KKN yang dilaksanakan para pendahulu kalian dinilai berhasil dan memberikan manfaat konkret bagi warga. Oleh sebab itu, capaian positif dan nama baik yang sudah diukir kakak-kakak tingkat harus kalian lanjutkan dan tingkatkan,” imbuhnya (30/10)


Kepercayaan tersebut sekaligus menjadi tanggung jawab bagi mahasiswa untuk menjaga nama baik almamater selama menjalankan pengabdian. Dr. Harjo mengingatkan bahwa setiap peserta merupakan representasi kampus di tengah masyarakat. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu melaksanakan program yang telah direncanakan sekaligus menyesuaikan diri dengan berbagai dinamika di lapangan.


“Selamat kepada mahasiswa yang mengikuti program KKN Semester Gasal 2026/2027. Kalian semua adalah duta besar kampus Merah Putih. Kalian wajib menjaga marwah dan nama baik almamater, baik secara individu maupun kelompok. Laksanakan program yang telah direncanakan secara matang, dan apabila menemui dinamika di lapangan, segera lakukan penyesuaian yang bijak dan adaptif,” tegas Dr. Harjo (30/10).


Komitmen peserta dalam menjalankan pengabdian ditandai dengan penyematan atribut KKN kepada dua mahasiswa perwakilan putra dan putri. Rektor kemudian menyerahkan peserta KKN kepada Ketua LPPM, dilanjutkan dengan penandatanganan Pakta Integritas sebagai bentuk komitmen terhadap kedisiplinan dan kepatuhan selama program berlangsung.


Salah satu peserta KKN Non-Reguler, Ivan Hakim, mengaku antusias mengikuti program pengabdian tersebut. Baginya, kegiatan ini menjadi pengalaman sekaligus tantangan tersendiri karena peserta harus mampu membagi waktu antara pekerjaan, perkuliahan, dan pengabdian kepada masyarakat.


“Pelepasan hari ini memberikan suntikan motivasi yang besar bagi kami karena diingatkan kembali tentang esensi tridarma perguruan tinggi. Terlebih lagi, KKN non-reguler ini menuntut kami membagi waktu dengan baik antara pekerjaan, kuliah, dan pengabdian. Sambutan dari Pak Rektor membuat kami semakin sadar bahwa kami membawa tanggung jawab moral untuk memberikan solusi nyata bagi persoalan di Kampung Pancasila,” kata Ivan (30/10).


Mahasiswa Prodi Sistekin tersebut berharap program kerja yang telah disusun bersama kelompok dapat terlaksana secara optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program serta sinergi antara seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan KKN.


“Saya harap, seluruh program kerja yang sudah kami susun bersama kelompok di delapan kelurahan dapat terealisasi secara optimal, tepat sasaran, serta mampu memberdayakan ekonomi dan lingkungan warga setempat. Semoga ke depannya sinergi antara LPPM, DPL, Pemkot Surabaya, dan mahasiswa semakin erat sehingga gaung KKN Untag Surabaya semakin berdampak luas,” tutup Ivan (30/10). (Husni)



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

BERITA TERKAIT

Samsung Resmi Rilis Galaxy S 4
  • 15 Maret 2013
  • 10636
Kuliah Di India Murah
  • 19 Maret 2013
  • 10823