Terinspirasi Game Hay Day, Mahasiswa Untag Surabaya Borong Tiga Penghargaan Nasional

  • 03 November 2026
  • 18

Terinspirasi dari permainan Hay Day, empat mahasiswa Untag Surabaya mengembangkan inovasi AGRIPLAY untuk menarik minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Gagasan tersebut mengantarkan mereka meraih tiga penghargaan sekaligus dalam ajang Nusantara Writing Festival (NWF) 6 di Bandung, yakni Gold Medal, Juara Harapan 3, dan Favorite Poster.


Keempat mahasiswa tersebut adalah Zaldi Al Faris, Nasha Presly C., Aliza Dwi K., dan Rizka Aprilia dari Program Studi Administrasi Negara Untag Surabaya. NWF merupakan kompetisi esai tingkat nasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mengembangkan gagasan dan inovasi melalui karya tulis. Kompetisi tersebut berlangsung pada 3–4 Oktober 2026.


Salah satu anggota tim, Zaldi Al Faris, mahasiswa semester tujuh Program Studi Ilmu Administrasi Negara Untag Surabaya, menjelaskan bahwa keikutsertaan mereka dalam NWF 6 berawal dari perubahan rencana kompetisi. Sebelumnya, tim telah mempersiapkan karya untuk mengikuti NEC 5 di Kalimantan. Namun, sejumlah kendala membuat keberangkatan mereka tidak dapat terlaksana sesuai rencana.


Alih-alih menghentikan persiapan, tim memutuskan mengalihkan keikutsertaan ke NWF 6 di Bandung. Langkah tersebut diambil agar gagasan yang telah dikembangkan bersama dosen pembimbing tetap memiliki kesempatan untuk dipresentasikan dalam kompetisi tingkat nasional.


Dalam proses pengembangan karya, tim sempat mengalami kesulitan menentukan inovasi yang sesuai dengan tema pertanian. Setelah melalui diskusi dan konsultasi bersama dosen pembimbing, mereka akhirnya menemukan inspirasi dari permainan Hay Day yang dikenal luas di berbagai kalangan.


Inspirasi tersebut kemudian dituangkan dalam esai bertajuk AGRIPLAY sebagai Pendekatan melalui Games Hay Day untuk Membangun Generasi Petani Muda. Melalui karya tersebut, tim menawarkan pendekatan yang mengadaptasi sistem permainan Hay Day ke dalam sektor pertanian.


Gagasan AGRIPLAY dilatarbelakangi oleh rendahnya ketertarikan sebagian generasi muda terhadap bidang pertanian. Dengan pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian anak muda, inovasi tersebut diharapkan dapat mengubah stigma terhadap pertanian sekaligus menumbuhkan minat generasi muda untuk mengenal sektor tersebut.


Pengembangan karya dilakukan melalui pembagian tugas sesuai kemampuan masing-masing anggota, mulai dari pengumpulan dan pengolahan data hingga penyusunan argumentasi. Selama persiapan, tim juga mendapat pendampingan dari dosen pembimbing, Dr. Hasan Ismail, S.AP., M.AP., untuk mempertajam gagasan yang akan dipresentasikan.


Kesibukan akademik menjadi tantangan tersendiri, mengingat sebagian besar anggota tim telah memasuki semester akhir. Untuk mengatasinya, mereka menyusun jadwal pengerjaan secara terstruktur, mulai dari penentuan judul, pematangan inovasi, penyusunan materi, hingga latihan presentasi.


Bagi Zaldi, kompetisi tersebut menjadi pengalaman pertamanya mengikuti perlombaan tingkat nasional. Kesempatan bertemu dan bertukar gagasan dengan mahasiswa dari berbagai daerah memberikan pengalaman baru, sekaligus tantangan untuk mempertahankan karya di hadapan dewan juri.


“Karena ini lomba nasional pertama saya, rasanya sampai speechless. Acaranya seru sekali. Selama di sana, saya banyak mikir ternyata begini rasanya ketemu dan adu ide sama orang-orang hebat dari seluruh Indonesia,'” ungkap Zaldi (27/10)


Menurutnya, keberhasilan tim tidak terlepas dari orisinalitas gagasan serta kemampuan menyampaikan dan mempertahankan argumentasi selama sesi tanya jawab bersama juri. Selain kerja sama antaranggota, dukungan dari pihak universitas, kepala program studi, dan dosen pembimbing turut berperan penting dalam pencapaian tersebut.


“Peran Dosen Pembimbing dan Kaprodi juga sangat krusial buat tim kami. Di tengah padatnya jadwal beliau-beliau, mereka tetap menyempatkan waktu buat ngebimbing kami pelan-pelan dan ngarahin tulisan kami sampai layak tanding,” tuturnya.


Pencapaian tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak mahasiswa Untag Surabaya untuk berani mengembangkan gagasan dan mengikuti kompetisi di luar kegiatan perkuliahan. Bagi Zaldi, pengalaman berkompetisi bukan sekadar tentang meraih penghargaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan, memperluas wawasan, dan belajar dari mahasiswa lain di tingkat nasional. (Dini)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id