Menanam padi hingga mengenal budidaya melon menjadi pengalaman berbeda bagi 213 siswa kelas X SMA 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya. Tak hanya belajar dari materi, mereka diajak melihat dan mengikuti proses budidaya secara langsung dalam kegiatan outing class di Bhakti Alam Pasuruan, Jawa Timur.
Kegiatan yang menjadi agenda tahunan sekolah tersebut dikemas sebagai pembelajaran kokurikuler berbasis alam. Selain mengenal berbagai tanaman, siswa mendapatkan pengalaman bekerja sama, menyelesaikan persoalan bersama, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan dan hasil pertanian.
Ketua Pelaksana Outing Class SMATAG Surabaya, Anis Siyatul Rosidah, S.T., mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar siswa tetap mendapatkan pengalaman belajar meskipun dilakukan di luar lingkungan sekolah.
“Outing class itu adalah kegiatan kokurikuler, jadi di luar mata pelajaran yang kita adakan di luar kelas. Walaupun dilakukan di luar kelas, mereka tetap belajar,” ujar Anis (24/9).
Mengusung tema “Kembali ke Alam”, siswa belajar menanam padi, mengenal budidaya melon, serta mengunjungi kebun labu, taman bunga, dan area stroberi.
Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dengan rute yang berbeda. Setelah mengikuti kegiatan penanaman padi, mereka melanjutkan perjalanan menuju kebun labu dan kebun melon menggunakan shuttle. Di area tersebut, siswa juga mengunjungi taman bunga dan kebun stroberi sebelum mengikuti kegiatan outbound, seperti titian tali dan flying box.
Berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya yang digelar di Agro Kusuma, Malang, setiap kelompok tahun ini mendapatkan kesempatan mempelajari empat jenis tanaman. Meski demikian, penugasan yang diberikan tetap satu agar siswa dapat mengikuti kegiatan tanpa terbebani terlalu banyak tugas.
“Kalau tahun lalu satu kelompok hanya belajar satu jenis tanaman. Kalau tahun ini, satu kelompok belajar empat jenis tanaman. Namun, penugasannya tetap satu karena kami tidak ingin membebani anak-anak terlalu berat,” jelasnya.
Kegiatan berlangsung selama sehari pada Rabu (23/9/26). Siswa berangkat dari sekolah pukul 07.00 WIB dan meninggalkan lokasi sekitar pukul 16.00 WIB sebelum tiba kembali di sekolah sekitar pukul 18.30 WIB. Sebanyak empat bus digunakan untuk mengangkut siswa dari enam kelas.
Dari total 216 siswa kelas X, sebanyak 213 siswa mengikuti kegiatan. Tiga siswa lainnya tidak dapat hadir karena sakit dan akan mendapatkan tugas pengganti yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Pengalaman belajar langsung tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk memahami proses panjang di balik hasil pertanian yang mereka konsumsi. Menurut Anis, interaksi dengan proses budidaya diharapkan dapat menumbuhkan empati sekaligus membuat siswa lebih menghargai hasil kerja petani dan tukang kebun.
“Anak-anak juga bisa menumbuhkan empati sehingga tidak menyia-nyiakan makanan, walaupun itu melon ataupun beras. Mereka jadi tahu bagaimana susahnya dan bagaimana perjuangan para petani dan tukang kebun yang merawat tanaman,” tuturnya.
Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk melatih kemandirian siswa. Mereka didorong untuk berdiskusi, menyelesaikan persoalan bersama, serta membangun rasa empati dan kekeluargaan.
Antusiasme siswa turut terlihat sepanjang kegiatan. Anis menyebut sejumlah siswa bahkan merasa waktu kegiatan berjalan terlalu cepat karena menikmati berbagai aktivitas yang diberikan.
Bagi Yura Sylnafaradis L., siswa kelas X-5, kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus menambah pengetahuan baru. Ia mengaku mendapat banyak hal baru mengenai tanaman, sekaligus memiliki kesempatan untuk mempererat kebersamaan dengan teman-temannya.
“Selama outing class kemarin sangat seru. Di sana saya dapat menambah banyak pengetahuan tentang melon, padi, dan lainnya. Selain itu, saya juga bisa bersenang-senang bersama teman-teman, baik teman sekelas maupun berbeda kelas. Saya berharap outing class selanjutnya bisa lebih seru dan meriah” ujar Yura.
Outing class menjadi bagian dari agenda tahunan SMATAG untuk setiap jenjang dengan bentuk kegiatan yang disesuaikan. Untuk kelas XI, sekolah memiliki agenda kunjungan ke universitas sebagai salah satu upaya membantu siswa mengenali pilihan pendidikan lanjutan. Sementara itu, kelas XII memiliki kegiatan akhir masa sekolah berupa prom night.
Melalui kegiatan tersebut, sekolah berharap siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai tanaman dan budidaya, tetapi juga menjadi pribadi yang lebih kreatif, mandiri, mampu bekerja sama, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan hasil karya masyarakat. (Dini)