FTEIC Untag Surabaya bersama UniMAP Bahas Perkembangan dan Risiko AI

  • 29 September 2026
  • 27

Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) Untag Surabaya menggelar Visiting Lecture bersama Universiti Malaysia Perlis (UniMAP) untuk membahas perkembangan Artificial Intelligence (AI), efisiensi model, hingga risiko dan tanggung jawab dalam penggunaannya pada Kamis (24/9/26) di Auditorium Lantai 6 Gedung R. Ing. Soekonjono Untag Surabaya.


Kegiatan ini dihadiri oleh ketua program studi di FTEIC serta seluruh mahasiswa FTEIC. Dua akademisi dari Fakulti Komputeran Cerdas UniMAP hadir sebagai narasumber, yakni Dr. Amiza binti Amir dan Dr. Nik Adilah Hanin binti Zahri.


Dekan FTEIC Untag Surabaya, Ir. Aris Heri Andriawan, S.T., M.T., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan dan pemanfaatan AI.


“AI dapat menjadi tool yang membantu mahasiswa dalam menjalankan berbagai aktivitas di bidang masing-masing. Karena itu, mahasiswa diharapkan mengikuti kegiatan secara menyeluruh agar dapat memahami perkembangan teknologi tersebut, sehingga dapat menambah wawasan mengenai bagaimana AI dapat memberikan kemudahan dan menjadi tool bagi kita dalam melakukan aktivitas sehari-hari di bidang kita masing-masing,” ujarnya (24/9)


Hubungan Untag Surabaya dengan UniMAP telah terjalin sejak 2018. Kerja sama secara resmi dengan FTEIC kemudian terjalin setelah fakultas tersebut berdiri sebagai hasil pemekaran Fakultas Teknik, meskipun hubungan akademik secara personal antara kedua pihak telah berlangsung sebelumnya.


Memasuki sesi materi, Dr. Amiza membahas perkembangan AI dari berbagai fase, termasuk periode yang dikenal sebagai AI Winter. Ia menjelaskan bahwa perlambatan perkembangan AI pada masa lalu tidak selalu menunjukkan kegagalan penelitian. Pada periode tersebut, penelitian AI tetap berjalan melalui pengembangan algoritma, pendekatan statistik, data, serta perangkat keras yang kemudian menjadi fondasi bagi perkembangan AI berikutnya.


Dr. Amiza juga menjelaskan keterkaitan antara AI, machine learning, artificial neural networks, deep learning, hingga generative AI. Menurutnya, perkembangan teknologi tersebut saling berkaitan dan memungkinkan AI menghasilkan berbagai bentuk konten, seperti teks, gambar, maupun kode.


Seiring perkembangannya, AI menghadapi tantangan berupa kebutuhan terhadap data, kemampuan komputasi, energi, dan biaya yang semakin besar. Karena itu, pengembangan AI ke depan tidak hanya diarahkan pada model yang semakin besar, tetapi juga pada peningkatan efisiensi.


 “Therefore, the next phase of AI should focus not simply on bigger models, but on more efficient intelligence,” jelas Dr. Amiza.


Sementara itu, Dr. Nik Adilah membahas risiko yang muncul seiring semakin luasnya penggunaan AI. Ia menjelaskan konsep garbage in, garbage out, yaitu ketika informasi yang menjadi masukan tidak tepat, sistem AI dapat menghasilkan keluaran yang tidak akurat atau menyesatkan. Kondisi tersebut juga dapat memperkuat bias yang terdapat dalam data.


Dr. Nik Adilah menyoroti penggunaan AI untuk membuat deepfake, voice cloning, penipuan, phishing, hingga penyamaran identitas. Kehadiran synthetic media juga membuat pengguna semakin sulit membedakan informasi asli dan konten yang telah dibuat atau dimanipulasi menggunakan AI.


Meski terdapat berbagai risiko, Dr. Nik Adilah menekankan bahwa AI tetap dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas. Pengguna perlu memahami kemampuan serta keterbatasan teknologi tersebut sebelum menggunakannya.


“I'm not asking you to stop using AI, but you have to use AI wisely,” tutur Dr. Nik Adilah.


Dr. Nik Adilah juga mendorong mahasiswa untuk membangun AI literacy, antara lain dengan memeriksa kembali informasi yang diberikan AI, bersikap kritis terhadap hasil yang dihasilkan, serta menjaga data pribadi ketika menggunakan sistem AI.


Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi pemaparan. Mahasiswa menyimak materi dari kedua narasumber dan aktif mengikuti sesi tanya jawab yang membahas perkembangan AI, penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, serta risiko dalam penggunaannya.


Melalui Visiting Lecture tersebut, mahasiswa FTEIC memperoleh wawasan mengenai perkembangan sekaligus risiko penggunaan AI. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya FTEIC memperkuat hubungan akademik antara Untag Surabaya dan UniMAP. (Dini)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id