Tiga mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Untag Surabaya meraih Juara 3 kategori Modelling dalam Lomba Nasional Tahunan Rancang Bangun Mesin (LNT-RBM) XV-2026 di Universitas Riau. Mereka mengusung inovasi mesin pengupas dan pengiris bawang terintegrasi untuk membantu meningkatkan produktivitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Tim tersebut terdiri dari Moch. Fikri Nasyhiruddin, mahasiswa angkatan 2025 selaku ketua tim, serta Al Aziz Triangga Ferdiyansah dan Faris Pandiani dari angkatan 2024. Mengenakan almamater merah Untag Surabaya, ketiganya mewakili kampus dalam kompetisi tingkat nasional tersebut dan berhasil membawa rancangan mesin hingga babak final yang berlangsung pada 15 Oktober 2026.
Kompetisi tingkat nasional ini diikuti 100 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dengan 24 kategori penghargaan. Keikutsertaan tim Untag Surabaya berawal dari dukungan Ketua Program Studi Teknik Mesin yang turut mendampingi sekaligus membimbing tim selama persiapan kompetisi.
Dalam kompetisi tersebut, tim mengusung karya bertajuk “Mesin Pengupas dan Pengiris Bawang yang Terintegrasi”. Gagasan ini berangkat dari kendala yang dihadapi pelaku UMKM saat mengolah bawang secara manual, mulai dari proses yang memakan waktu hingga rasa perih pada mata selama pengolahan. Selain itu, pengirisan secara manual juga dapat menghasilkan potongan bawang yang kurang seragam.
Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim merancang mesin yang ringkas dan terjangkau dengan menggabungkan dua fungsi sekaligus, yakni mengupas dan mengiris bawang. Mesin ini dilengkapi baling-baling berbahan karet silikon untuk meminimalkan risiko kerusakan bawang selama proses pengupasan. Terdapat pula sistem penyaring yang berfungsi memisahkan kulit bawang sehingga proses pengolahan diharapkan menjadi lebih praktis.
Pengembangan rancangan dilakukan dengan membagi tugas sesuai kemampuan masing-masing anggota. Fikri bertanggung jawab membuat desain mesin, Al Aziz menangani perhitungan perancangan, sedangkan Faris berfokus menyusun proposal dan materi presentasi.
Persiapan kompetisi berlangsung melalui bimbingan intensif bersama dosen pembimbing. Tahapannya meliputi penyempurnaan desain, penyusunan proposal, serta pembuatan materi presentasi berupa PowerPoint, poster, dan video. Meski telah mempersiapkan karya secara maksimal, pengalaman pertama mengikuti kompetisi nasional tetap menjadi tantangan tersendiri bagi tim, terutama saat mempresentasikan rancangan dan menjawab pertanyaan dewan juri.
Fikri mengungkapkan, salah satu pengalaman paling berkesan selama kompetisi adalah ketika tim harus mempertahankan gagasan sekaligus menjelaskan rancangan mesin dalam sesi diskusi bersama juri. Baginya, kesempatan mengikuti kompetisi di Universitas Riau juga menjadi pengalaman berharga karena membuka peluang untuk memperluas relasi dan menambah pengetahuan.
“Sangat senang karena diberi kesempatan untuk lanjut hingga berkunjung ke Universitas Riau. Selain menambah relasi, juga menambah pengalaman ilmu baru,” ungkap Fikri (24/10)
Bagi Fikri, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena merupakan pengalaman pertama tim mengikuti LNT-RBM. Keberhasilan meraih penghargaan di tingkat nasional pun menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
“Saat mengetahui mendapat juara 3 kategori Modelling, pastinya kita senang. Apalagi pertama kali ikut dan langsung bisa mendapatkan nominasi ini, termasuk pencapaian yang bagus sekali bagi saya pribadi,” tutur Fikri.
Sementara itu, Al Aziz mengakui bahwa rasa gugup dan kurang percaya diri sempat muncul karena kompetisi tersebut merupakan pengalaman pertama bagi tim. Namun, tantangan itu dapat dihadapi dengan saling mendukung, menjaga optimisme, dan mempersiapkan karya sebaik mungkin.
Menurutnya, keberhasilan meraih Juara 3 tidak terlepas dari komitmen seluruh anggota, konsistensi mengikuti bimbingan, serta pembagian tugas yang jelas. Kerja sama tersebut membantu tim menyelesaikan seluruh persiapan sesuai waktu yang ditentukan.
“Harapan setelah meraih prestasi ini, semoga karya kami dapat terus dikembangkan hingga menjadi prototipe nyata yang bermanfaat bagi UMKM,” ujar Al Aziz.
Inovasi mahasiswa Teknik Mesin Untag Surabaya ini diharapkan dapat dikembangkan menjadi prototipe yang membantu UMKM meningkatkan efisiensi pengolahan bawang. (Dini)