Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar Rapat Senat Terbuka Yudisium Fakultas Psikologi, Pagelaran Sarjana Psikologi, Pendidikan Profesi Psikologi, Magister Psikologi, serta Pengambilan Sumpah Profesi Psikologi pada Jumat (21/8/2026), di Ruang R.Soeparman Hadi Pranoto Lt.9 Gedung Graha Wiyata Untag Surabaya.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pengukuhan lulusan Sarjana Psikologi, Pendidikan Profesi Psikologi, dan Magister Psikologi yang dipimpin Dekan Fakultas Psikologi Untag Surabaya, Dr. Diah Sofiah, S.Psi., M.Si., Psikolog. Setelah itu, lulusan Pendidikan Profesi Psikologi mengikuti pengambilan sumpah atau janji profesi psikolog yang dipimpin rohaniawan dari masing-masing agama.
Yudisium juga menjadi kesempatan fakultas untuk memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik tingkat Sarjana, Profesi, dan Magister. Penghargaan lainnya diberikan kepada mahasiswa penyusun karya ilmiah terbaik serta peraih publikasi jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi.
Dalam sambutannya, Dr. Diah Sofiah menekankan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak hanya dibentuk melalui capaian akademik. Pengalaman selama kuliah, menurutnya, turut mengajarkan kesabaran, komitmen, dan integritas.
“Dalam proses belajar, ada banyak sekali hal di luar akademik yang Anda pelajari, seperti kesabaran, komitmen, dan integritas yang luar biasa hingga akhirnya Anda berada di sini. Khusus untuk lulusan S1, teruslah mengembangkan dan membekali diri, baik untuk memasuki dunia kerja maupun melanjutkan studi,” tutur Dr. Diah.
Pesan mengenai tanggung jawab profesi disampaikan Wakil Bendahara Umum Pengurus Pusat Himpunan Psikologi Indonesia (PP HIMPSI), Dr. Rr. Amanda Pasca Rini, M.Si., Psikolog. Menurutnya, gelar akademik memberikan kewenangan, sedangkan sumpah profesi membebankan tanggung jawab moral atas penggunaannya.
Perwakilan mahasiswa Program Studi Magister Psikologi, Mas’ul Hadi, turut menyoroti pentingnya kejujuran dalam menjalani proses akademik.
"Dunia akademik mengajarkan bahwa kita boleh salah atau keliru, tetapi yang tidak boleh adalah berbohong atau mengubah data," tegas Mas'ul.
Tommy Aditya Saputra menjadi salah satu lulusan yang mendapat perhatian setelah meraih IPK tertinggi pada program sarjana Fakultas Psikologi Untag Surabaya. Sebagai anak rantau dari kota kecil sekaligus sarjana pertama di keluarga pihak ayahnya, Tommy mengaku tidak menyangka bisa meraih predikat tersebut.
Kedisiplinan menjadi salah satu kunci Tommy dalam menjaga prestasi. Ia terbiasa memanfaatkan waktu luang pada siang hingga sore hari untuk mengerjakan tugas serta belajar pada waktu subuh ketika menghadapi ujian. Selama menjalani kuliah, Tommy juga menghadapi rasa kesepian karena dua tahun tidak pulang kampung akibat kesibukan dan kendala biaya tiket pesawat.
Untuk mengatasinya, Tommy rutin menelepon keluarga dan memperbanyak relasi. Setelah lulus, ia berencana bekerja atau mengikuti program pemerintah selama enam bulan hingga satu tahun sebelum melanjutkan Pendidikan Profesi Psikolog di Untag Surabaya pada 2027.
“Setelah ini saya berniat untuk bekerja atau mengikuti program pemerintah selama 6 bulan hingga 1 tahun. Setelah itu, saya berencana melanjutkan studi Pendidikan Profesi Psikolog di Untag Surabaya pada tahun 2027,” ujar Tommy.
Fakultas Psikologi Untag Surabaya berharap para alumni dapat menerapkan ilmu psikologi secara profesional, menjaga integritas moral di tengah masyarakat, serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan mental masyarakat Indonesia. (Febe)