Yudisium Fakultas Teknik Untag Surabaya Tekankan Etika Profesi Insinyur

  • 24 Agustus 2026
  • 28

Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar Yudisium Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, Kamis (20/8/2026). Sebanyak 446 calon wisudawan dinyatakan menyelesaikan tahapan akademik dan siap melanjutkan perjalanan ke dunia profesional.


Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan fakultas, dosen, orang tua mahasiswa, serta Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur. Yudisium menjadi momen pengukuhan akademik sekaligus apresiasi atas capaian mahasiswa selama menempuh pendidikan di Fakultas Teknik Untag Surabaya.


Ratusan calon wisudawan tersebut berasal dari jenjang sarjana, magister, dan Program Profesi Insinyur. Mereka mengikuti rangkaian prosesi pemanggilan berdasarkan program studi untuk kemudian dikukuhkan oleh Ketua Senat.


Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa dengan perolehan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi turut mendapat apresiasi melalui sesi foto bersama jajaran pimpinan fakultas dan orang tua. Kehadiran keluarga memberi warna tersendiri sebagai bentuk dukungan kepada mahasiswa hingga berhasil menyelesaikan pendidikan.


Selain capaian akademik, mahasiswa Fakultas Teknik Untag Surabaya juga menorehkan sejumlah prestasi selama masa studi. Mahasiswa Teknik Mesin berhasil meraih posisi runner-up tingkat nasional dalam kompetisi Formula Student 2026. Sementara itu, inovasi Geofacmax dari Teknik Industri meraih juara kedua dalam kompetisi karya tulis ilmiah inovasi teknologi.


Mahasiswa dari berbagai program studi juga berkontribusi dalam Program Hibah Mahasiswa Berdampak yang meraih penghargaan nasional. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pengalaman mahasiswa tidak hanya terbentuk melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui kompetisi, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.


Dekan Fakultas Teknik Untag Surabaya, Dr. Ir. Ar. R.A. Retno Hastijanti, M.T., IPU., IAI., APEC.Eng., mengingatkan para lulusan agar terus mengembangkan kemampuan setelah menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama kuliah perlu diterapkan secara bertanggung jawab di dunia kerja maupun masyarakat.


“Profesionalisme bukan sekadar persoalan sertifikat dan registrasi. Profesionalisme adalah komitmen etik kepada masyarakat,” tegasnya (20/8).


Dr. Hasti juga menilai tantangan dunia profesional semakin kompleks seiring perkembangan artificial intelligence (AI), otomasi, robotika, transformasi digital, dan isu keberlanjutan. Perubahan tersebut menuntut lulusan untuk terus belajar, beradaptasi, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui bidang keilmuan masing-masing.


Ketua PII Jawa Timur, Dr. Ir. Gentur Prihantono Sandjoyo Putro, S.H., M.T., M.H., IPU., ASEAN Eng., turut menyampaikan pesan kepada lulusan Program Profesi Insinyur. Ia menekankan pentingnya menjaga kompetensi, profesionalisme, dan kontribusi nyata setelah memperoleh gelar profesi.


“Gelar insinyur bukanlah garis akhir. Gelar insinyur adalah garis start,” ujarnya.


Yudisium tersebut menjadi penanda berakhirnya satu tahap perjalanan akademik bagi calon wisudawan Fakultas Teknik Untag Surabaya. Selanjutnya, para lulusan diharapkan mampu membawa ilmu, pengalaman, dan nilai profesionalisme untuk berkontribusi di dunia kerja, masyarakat, serta pembangunan berkelanjutan. (Dini)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id