Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menjadi tuan rumah Visiting Professor Program bersama akademisi dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Selasa (28/7/2026). Kegiatan bertajuk “Shaping Tomorrow: How Engineering and Technology Transform Our Future” ini berlangsung di Auditorium Lantai 6 Gedung R. Ing. Soekonjono, Untag Surabaya.
Kegiatan tersebut diikuti dosen dan mahasiswa Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) Untag Surabaya. Forum dikemas dalam bentuk talkshow dengan menghadirkan dua narasumber dari UTHM dan dipandu Dosen FTEIC Untag Surabaya, Izzah Aula Wardah, S.ST., M.EngSc.
Rektor Untag Surabaya, Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T., menyampaikan bahwa perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia. Menurutnya, teknik dan teknologi tidak hanya menciptakan inovasi, tetapi juga membentuk cara manusia bekerja, belajar, berkomunikasi, dan menyelesaikan persoalan.
“Kita menyadari bahwa perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam seluruh aspek kehidupan. Bidang teknik dan teknologi tidak hanya berperan dalam menciptakan inovasi, tetapi juga membentuk cara manusia bekerja, berkomunikasi, belajar, dan menyelesaikan persoalan,” jelasnya (28/7).
Dr. Harjo menegaskan bahwa kondisi tersebut menuntut perguruan tinggi untuk terus beradaptasi. Pengembangan kurikulum yang relevan, peningkatan kompetensi lulusan, serta penguatan tanggung jawab sosial menjadi hal penting dalam menghadapi perubahan zaman.
“Melalui Visiting Professor Program, kami berharap para peserta memperoleh wawasan baru mengenai perkembangan teknologi dan dapat berkontribusi dalam membangun masa depan yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Narasumber pertama, Prof. Dr. Mohamad Zaky Bin Noh, Ph.D., Profesor VK7 pada Panel Bidang Fisika Fakultas Sains Terapan dan Teknologi UTHM sekaligus Peneliti Afiliasi Institut Transformasi Sosial dan Pembangunan Wilayah (TRANSFORM), membawakan materi “How Engineering and Technology Transform Our Future.”
Dalam pemaparannya, Prof. Zaky membahas transformasi pendidikan dan kesiapan mahasiswa menghadapi masa depan melalui pemanfaatan teknologi. Ia menjelaskan, teknologi mampu mengubah cara belajar mahasiswa, memperkuat hubungan akademik dan industri, mendorong kreativitas, membangun semangat kewirausahaan, serta mendukung pembangunan berkelanjutan dan teknologi hijau.
Prof. Zaky juga menyoroti dampak otomasi dan digitalisasi. Dari sisi positif, teknologi dapat meningkatkan produktivitas, kualitas, kecakapan, peluang pengembangan teknologi baru, daya saing, dan keselamatan. Namun, ia juga mengingatkan adanya tantangan seperti penggantian pekerjaan, kebutuhan modal besar, risiko keamanan siber, tuntutan keterampilan tinggi, ketergantungan teknologi, serta persoalan sosial dan etika.
Terkait kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), Prof. Zaky menekankan pentingnya penggunaan AI secara bijak di kalangan mahasiswa. Menurutnya, AI seharusnya menjadi alat pendukung pembelajaran, bukan sarana meniru atau menggantikan kemampuan berpikir.
“AI tidak menjadikan mahasiswa kurang pintar. AI menjadikan mahasiswa yang malas menjadi lebih lemah, dan mahasiswa yang rajin menjadi jauh lebih hebat. Jika digunakan sebagai alat pembelajaran, bukan alat meniru, AI akan meningkatkan pengetahuan dan daya saing mahasiswa. AI bukan pengganti otak, tetapi pengganda kemampuan otak,” tegasnya.
Narasumber kedua, Prof. Madya Ir. Dr. Rahisham Bin Abd Rahman, Profesor Madya DS14 Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Elektro dan Elektronika sekaligus Wakil Dekan Bidang Pengembangan Pascasarjana UTHM, memaparkan profil dan keunggulan UTHM kepada dosen FTEIC Untag Surabaya.
Dalam paparannya, Prof. Rahisham memperkenalkan UTHM sebagai perguruan tinggi yang unggul dalam bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknik dan Vokasional atau Technical and Vocational Education and Training (TVET). Materi yang disampaikan mencakup program pascasarjana, fasilitas laboratorium, sumber belajar, hubungan dengan industri, serta peluang penelitian dan pendanaan.
Melalui kegiatan ini, Untag Surabaya berharap pertukaran pengetahuan dengan UTHM dapat semakin luas. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, teknologi, riset, dan pengembangan sumber daya manusia, sekaligus membuka peluang penguatan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi masa depan berbasis teknologi dan AI.
Reporter