Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Untag Surabaya 2026 hari kedua membekali mahasiswa baru dengan pengenalan layanan kampus, wawasan organisasi kemahasiswaan, hingga pencegahan kekerasan di perguruan tinggi. Kegiatan berlangsung di Lapangan Timur Untag Surabaya, Rabu (26/8/2026), dan diikuti mahasiswa baru dari sembilan fakultas.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pernyataan sikap dan orasi dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) serta Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Untag Surabaya. Dalam kesempatan tersebut, jajaran pengurus yang dipimpin Presiden BEM Catur Wahyu Hidayat menyampaikan aspirasi terkait pemberantasan korupsi dan dukungan terhadap pengesahan RUU Perampasan Aset.
Ketua Umum DPM Untag Surabaya, Awaludin Kahar, turut mengingatkan mahasiswa baru mengenai tanggung jawab moral dan intelektual sebagai mahasiswa. Menurutnya, status mahasiswa tidak hanya berarti naik jenjang dari siswa, tetapi juga membawa peran lebih besar dalam membaca persoalan masyarakat.
“Menjadi seorang mahasiswa bukan sekadar naik tingkat dari siswa, melainkan kalian menerima tanggung jawab intelektual dan tanggung jawab moral yang lebih besar. Kampus adalah tempat agar kalian mampu membaca penderitaan rakyat Indonesia,” tegasnya.
Setelah orasi, ribuan mahasiswa baru mengikuti pembacaan Sumpah Mahasiswa Indonesia. Suasana PKKMB kemudian semakin meriah melalui kegiatan Owly Quest atau Treasure Hunt. Sebanyak 100 mahasiswa baru terpilih yang terbagi dalam 10 kelompok mengikuti permainan penjelajahan fasilitas kampus tersebut.
Dalam kompetisi Owly Quest, Kelompok 2 Pangeran Diponegoro berhasil meraih juara I. Posisi juara II diraih Kelompok 9 Sultan Hasanuddin, sedangkan juara III diraih Kelompok 6 Cut Nyak Dien.
Agenda dilanjutkan dengan pemaparan materi dari berbagai biro dan unit layanan kampus. Biro Akademik mengenalkan penggunaan platform digital seperti SIM Untag dan ELITAG, termasuk prosedur pengisian Kartu Rencana Studi (KRS). Sementara itu, Biro Non-Akademik menyampaikan mekanisme administrasi keuangan melalui Virtual Account (VA), serta informasi sarana dan prasarana kampus.
Mahasiswa baru juga mendapatkan pengenalan mengenai pengembangan bakat dan beasiswa dari Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA). Selain itu, Badan Kerja Sama (BKS) memaparkan peluang magang dan pertukaran mahasiswa internasional. Layanan pendukung seperti Badan Perpustakaan, Untag Medical Center (UMC), dan Pusat Layanan Disabilitas (PLD) turut disosialisasikan untuk mendukung kenyamanan serta inklusivitas ruang belajar.
Sebagai bagian dari komitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, Pusat Layanan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) Untag Surabaya memberikan pemahaman mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan. Materi tersebut mencakup enam jenis kekerasan, termasuk perundungan dan kekerasan seksual.
Pleno tingkat universitas ditutup dengan arahan dan motivasi dari Wakil Rektor I Untag Surabaya, Dr. Rr. Amanda Pasca Rini, S.Psi., M.Si., Psikolog, serta Wakil Rektor II Untag Surabaya, Supangat, Ph.D., ITIL., COBIT., CLA., CISA. Keduanya hadir dalam sesi bertajuk “Berbisik dan Bercerita tentang Untag Surabaya”.
Setelah sesi pleno berakhir, seluruh peserta diarahkan menuju fakultas masing-masing untuk mengikuti agenda pengenalan struktural fakultas hingga sore hari. Melalui rangkaian hari kedua ini, mahasiswa baru diharapkan semakin mengenal layanan kampus, memahami peran organisasi kemahasiswaan, serta memiliki kesadaran untuk ikut menjaga lingkungan belajar yang aman dan inklusif. (Febe)