Sebanyak 3.160 mahasiswa baru Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 pada 25, 26, 27, dan 29 Agustus 2026. Mengusung tema “Empowering Global Generation”, kegiatan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus, kehidupan akademik, serta nilai-nilai dasar Untag Surabaya.
Rangkaian PKKMB dipusatkan di Lapangan Timur Untag Surabaya dan diikuti mahasiswa baru dari sembilan fakultas. Kesembilan fakultas tersebut meliputi Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Teknik, Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknologi dan Informatika Cerdas, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Teknologi Terapan, Fakultas Ilmu Budaya, serta Fakultas Psikologi.
Kegiatan pembukaan turut dihadiri Ketua Pembina Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya, Pengawas YPTA Surabaya, Ketua YPTA Surabaya beserta jajaran, Rektor Untag Surabaya beserta jajaran, serta para dekan dan wakil dekan di lingkungan Untag Surabaya. Para pejabat struktural memasuki Lapangan Timur sebagai tanda dimulainya rangkaian PKKMB, dilanjutkan pengenalan jajaran struktural dan laporan Ketua PKKMB 2026, Yusrida Muflihah, M.Kom.
Pembukaan PKKMB Untag Surabaya 2026 ditandai dengan prosesi simbolis menggunakan globe PKKMB di tengah panggung. Seremoni tersebut turut dimeriahkan penampilan maskot, Tari Owly, dan kolaborasi biola. Semangat integritas juga menjadi bagian penting dalam pembukaan melalui pembacaan ikrar oleh sembilan perwakilan mahasiswa baru dari sembilan fakultas.
Selain itu, rangkaian PKKMB juga diwarnai pembagian jamu kepada mahasiswa baru dan pejabat struktural yang hadir. Minuman khas Nusantara tersebut menjadi bagian dari pengenalan warisan tradisional Indonesia sekaligus memperkuat suasana kebersamaan dalam kegiatan penyambutan mahasiswa baru.
Rektor Untag Surabaya, Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T., menegaskan bahwa PKKMB bukan sekadar kegiatan untuk mengenalkan gedung, fasilitas, maupun aturan kampus. Menurutnya, PKKMB menjadi tahap awal untuk menanamkan nilai-nilai dasar yang akan menjadi pegangan mahasiswa selama menempuh pendidikan di Untag Surabaya.
“Kampus memiliki lima basis nilai yaitu kebangsaan, kejujuran, kecerdasan, keberagaman, dan kreativitas. Nilai itulah yang akan diajarkan dan harus diterapkan selama menjadi mahasiswa,” katanya, Selasa (25/8).
Pada hari pertama, mahasiswa baru memperoleh sejumlah pembekalan sebelum memasuki kehidupan akademik di perguruan tinggi. Materi Wawasan Kebangsaan disampaikan oleh Ketua YPTA Surabaya, J. Subekti, S.H., M.M., yang menekankan peran generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Pembekalan dilanjutkan dengan materi Lima Nilai Dasar Untag Surabaya yang disampaikan Wakil Rektor I Untag Surabaya, Dr. R. Amanda Pasca Rini, S.Psi., M.Si., Psikolog. Nilai tersebut meliputi kejujuran, kecerdasan, kebangsaan, keberagaman, dan kreativitas sebagai landasan karakter mahasiswa Untag Surabaya.
Mahasiswa baru juga mengikuti sesi Youthopia bertema Global Learning bersama Melati Wijsen. Sesi ini memberikan perspektif mengenai pembelajaran global dan peran generasi muda dalam menghadapi tantangan internasional. Selain itu, materi Career Awareness bersama Tim PKA, Kinobi, dan Wakil Rektor III Untag Surabaya, Dr. Sumiati, M.M., memperkenalkan pentingnya perencanaan karier sejak awal masa kuliah.
Pembekalan hari pertama turut menghadirkan materi Etika Penggunaan AI di Perguruan Tinggi yang disampaikan Dr. Isrida Yul Arifiana, M.Psi., Psikolog. Materi ini memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru mengenai penggunaan kecerdasan artifisial secara etis dan bertanggung jawab dalam lingkungan perguruan tinggi.
PKKMB Untag Surabaya 2026 juga mengusung konsep eco campus. Mahasiswa baru diwajibkan membawa tumbler selama mengikuti kegiatan sebagai langkah mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Konsep tersebut didukung penyediaan titik air minum dan tempat sampah di area kampus.
Melalui kegiatan ini, Untag Surabaya mengajak mahasiswa baru membangun kebiasaan menjaga lingkungan sejak awal menjadi bagian dari sivitas akademika. Menutup hari pertama, mahasiswa baru dibagi ke dalam sejumlah kelompok untuk mengikuti kegiatan treasure hunt pada rangkaian PKKMB berikutnya. (Dini)