Mahasiswa Untag Surabaya Raih Harapan III Pop Putra PEKSIMIDA

  • 14 Agustus 2026
  • 40

Rifki Setia Budi, mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, berhasil meraih Harapan III kategori menyanyi pop putra dalam Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) Jawa Timur 2026.


Mahasiswa semester 7 tersebut tampil mewakili Untag Surabaya pada kompetisi yang berlangsung di Universitas Brawijaya (UB), Malang, pada 8 Juli 2026. Dalam ajang tersebut, Rifki membawakan dua lagu, yakni “Tapi Bukan Aku” dari Kerispatih dan “Perahu Kertas” dari Tulus.


Rifki mengaku keikutsertaannya dalam PEKSIMIDA menjadi kesempatan untuk mengasah kemampuan vokal sekaligus mengukur potensi dirinya di bidang tarik suara. Ia telah menekuni dunia menyanyi sejak 2022 dan terus berupaya mengembangkan kemampuan melalui latihan serta pengalaman panggung.


“Saya ingin mengasah kemampuan vokal dan menjadikan ajang ini sebagai tolok ukur apakah saya layak menjadi penyanyi. Pastinya, saya juga ingin membawa nama kampus dalam perlombaan,” ujar Rifki (5/8).


Informasi mengenai PEKSIMIDA diperoleh Rifki melalui poster perlombaan yang dibagikan. Setelah itu, ia mengikuti seleksi internal di Untag Surabaya hingga akhirnya dipercaya menjadi perwakilan kampus untuk kategori menyanyi pop putra.


Persiapan dilakukan secara rutin bersama pelatih yang disediakan kampus. Dalam satu minggu, Rifki menjalani latihan sekitar dua hingga tiga kali pertemuan. Di luar jadwal tersebut, ia tetap berlatih secara mandiri untuk memantapkan penampilan.


Tidak hanya vokal, latihan juga difokuskan pada aksi panggung dan ekspresi. Menurut Rifki, kedua aspek tersebut penting agar penampilannya tidak hanya bertumpu pada kualitas suara, tetapi juga mampu membangun karakter yang kuat di atas panggung.


Saat tampil, Rifki mengaku berusaha menjaga fokus, percaya diri, dan kesiapan mental. Meski demikian, ia menyadari penampilannya belum sepenuhnya sempurna. Salah satu bagian lagu “Tapi Bukan Aku” sempat dinilai kurang tepat, namun hal tersebut tidak mengurangi rasa syukurnya atas capaian yang diraih.


“Saya tidak menyangka, karena saat tampil di lagu ‘Tapi Bukan Aku’ ada bagian yang salah dan fals. Namun, saya tetap senang karena bisa pulang membawa penghargaan,” ungkapnya.


Bagi Rifki, capaian tersebut bukan sekadar hasil akhir dari kompetisi. Pengalaman tampil di PEKSIMIDA menjadi bagian dari proses belajar, evaluasi diri, dan penguatan mental untuk terus berkembang di bidang seni suara.


“Bagi saya, mengikuti lomba bukan semata untuk menjadi juara, melainkan bagian dari proses yang terus berjalan,” tuturnya.


Setelah meraih prestasi tersebut, Rifki berencana terus berlatih dan mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi berikutnya. Ia juga membuka peluang untuk kembali berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi, baik nasional maupun internasional.


Prestasi Rifki menjadi bukti bahwa mahasiswa Untag Surabaya tidak hanya mampu berkiprah di bidang akademik, tetapi juga memiliki ruang untuk mengembangkan bakat dan prestasi di bidang seni. Melalui capaian ini, ia berharap dapat terus membawa nama baik kampus dalam berbagai ajang berikutnya. (Dini)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id