Mahar Pernikahan Menurut Islam Tak Harus Mahal

  • 25 September 2026
  • VaniaS
  • 31

Mahar pernikahan dalam Islam tidak harus mahal. Mahar atau maskawin menjadi salah satu bagian penting dalam pernikahan Islam. Pemberian tersebut merupakan kewajiban mempelai pria kepada calon istrinya, tetapi nilainya tidak harus selalu berupa jumlah besar atau barang mewah.


Dilansir dari Times Indonesia, dalam praktiknya, mahar pernikahan dapat disesuaikan dengan kesepakatan kedua calon mempelai. Hal yang terpenting, mahar memiliki nilai, bermanfaat, serta tidak menjadi beban bagi pihak yang memberikannya.


Mahar Bukan Sekadar Nominal


Membicarakan mahar sering kali membuat calon pengantin memikirkan nominal uang, emas, atau barang berharga. Padahal, dalam pembahasan fikih, bentuk mahar cukup beragam.


Mahar dapat berupa uang maupun benda yang memiliki nilai. Dalam sejumlah riwayat, mahar juga pernah diberikan dalam bentuk barang sederhana. Salah satunya berupa cincin besi yang menunjukkan bahwa mahar tidak selalu harus berupa sesuatu yang mahal.


Benda yang dijadikan mahar juga perlu memenuhi sejumlah ketentuan, antara lain memiliki nilai, suci, bermanfaat, dapat diserahkan, serta diketahui kadarnya.


Karena itu, pasangan yang sedang mempersiapkan pernikahan dapat membicarakan bentuk dan nilai mahar secara terbuka. Kesepakatan tersebut penting agar pemberian mahar tidak menimbulkan tekanan finansial setelah akad.


Bisa Berupa Uang, Barang hingga Manfaat


Secara umum, bentuk mahar dapat dikelompokkan menjadi uang, benda, serta manfaat atau jasa. Uang merupakan salah satu bentuk mahar yang paling mudah ditemukan dalam praktik pernikahan. Sementara itu, benda dapat berupa emas, perhiasan, tanah, atau barang lain yang memiliki nilai dan manfaat.


Pembahasan mengenai mahar juga mencakup pemberian dalam bentuk jasa atau manfaat. Bentuk tersebut dikaitkan dengan sejumlah kisah dalam sumber-sumber Islam, meski terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai ketentuan mahar berupa jasa.


Hal tersebut menunjukkan bahwa pembahasan mahar tidak hanya berkaitan dengan persoalan harga. Ada nilai, manfaat, kesepakatan, serta ketentuan agama yang perlu diperhatikan.


Jangan Sampai Mahar Menjadi Beban


Pernikahan merupakan awal kehidupan bersama. Karena itu, menentukan mahar dengan mempertimbangkan kemampuan calon suami menjadi hal yang tidak kalah penting.


Pernikahan yang paling besar keberkahannya adalah pernikahan dengan maskawin yang mudah. Prinsip tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi pasangan ketika menentukan mahar.


Contoh mahar yang umum diberikan antara lain seperangkat alat salat, uang, emas, surat tanah, hingga bentuk harta lainnya. Sebaliknya, mahar yang berasal dari sesuatu yang haram, tidak bermanfaat, tidak bernilai, atau justru memberatkan pemberinya perlu dihindari.


Pada akhirnya, mahar pernikahan bukanlah perlombaan mengenai siapa yang memberikan paling mahal. Nilai utamanya terletak pada kesungguhan, kesepakatan, serta tanggung jawab yang menyertai pernikahan.


Mahar yang sederhana pun dapat memiliki makna besar ketika diberikan dengan kerelaan dan tidak menjadi beban bagi kehidupan rumah tangga yang baru dimulai.


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

Vania

Reporter