Tim SMA 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya berhasil meraih Juara Harapan 1 dalam Lomba Mading Pojok Edukasi yang diselenggarakan Bank Indonesia. Tim tersebut beranggotakan Keysia Putri Johari, Alifia Zuhriya Sunny, dan Natasya Aulia Febrianty, siswi kelas XII-6.
Lomba tersebut diikuti siswa SMA sederajat dari wilayah Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan pada Agustus 2026. Mengusung tema “Rupiah Menginspirasi Negeri”, peserta diminta menyampaikan nilai-nilai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah) melalui karya mading.
Peserta melalui beberapa tahapan, mulai dari pendaftaran dan pengumpulan desain mading pada 11–17 Agustus 2026. Peserta yang lolos kemudian mengerjakan mading fisik di sekolah dan membuat video presentasi. Lima peserta terbaik melanjutkan tahap berikutnya di Tugu Pahlawan sekaligus mengikuti acara pemberian penghargaan. Pemenang diumumkan pada akhir Agustus, sekitar 28 Agustus 2026.
Keikutsertaan Keysia, Alifia, dan Natasya bermula dari informasi yang mereka peroleh dari guru Bahasa Indonesia yang sekaligus menjadi guru pendamping. Mereka mengikuti perlombaan untuk menambah pengalaman, mengembangkan kreativitas, serta memperkaya portofolio sebagai persiapan mendaftar ke perguruan tinggi.
Setelah terpilih sebagai perwakilan sekolah, mereka berdiskusi untuk menentukan konsep sekaligus membagi tugas. Ketiganya memilih Gedung Bank Indonesia sebagai inspirasi utama desain mading.
“Kami terinspirasi dari Gedung Bank Indonesia agar mading tetap informatif dan menarik secara visual,” ujar Natasya.
Konsep tersebut bertujuan membuat mading tetap informatif dan menarik secara visual sekaligus memiliki keterkaitan dengan Bank Indonesia. Berbagai referensi kemudian dikembangkan dan disesuaikan dengan ukuran mading serta materi yang diberikan panitia.
Proses pengerjaan menjadi tantangan tersendiri karena waktu yang tersedia sangat terbatas. Ketiganya hanya memiliki waktu efektif sekitar dua hari untuk menyelesaikan mading berukuran besar dengan detail yang cukup banyak. Mereka memanfaatkan waktu di kelas dan beberapa kali pulang malam untuk mengejar penyelesaian karya.
Pembagian tugas dilakukan secara fleksibel, mulai dari membuat desain menggunakan Canva, mencetak, menggunting, menempelkan materi, hingga membuat berbagai hiasan. Setelah menyelesaikan tugas masing-masing, mereka saling membantu ketika masih ada bagian yang belum selesai.
Selain keterbatasan waktu, mereka juga sempat mengalami kebuntuan dalam menentukan dan mengembangkan ide. Kondisi tersebut membuat mereka harus menyeimbangkan keinginan menghasilkan karya terbaik dengan waktu pengerjaan yang semakin terbatas.
Meski menghadapi berbagai kendala, ketiganya tetap menjaga semangat dan bekerja sama menyelesaikan setiap bagian. Mereka juga mendapat arahan dari guru pendamping, Aris Bayu Satriawan, S.Pd. Gr., dalam pengembangan desain.
“Kami berusaha membagi pekerjaan dengan baik dan saling membantu ketika ada bagian yang belum selesai,” ujar Keysia.
Lomba tersebut menjadi pengalaman pertama bagi ketiganya dalam mengikuti kompetisi mading. Selain mendapatkan pengalaman berkompetisi, mereka juga memperoleh wawasan baru mengenai Rupiah serta kesempatan bertemu dengan peserta dari sekolah lain.
Rasa senang dan haru dirasakan ketika mengetahui berhasil meraih Juara Harapan 1. Bagi ketiganya, penghargaan tersebut menjadi hasil dari perjuangan selama mengerjakan karya dengan waktu yang terbatas.
“Ketika akhirnya mendapatkan penghargaan, rasanya perjuangan, waktu, tenaga, bahkan sampai pulang malam untuk menyelesaikan mading benar-benar terbayarkan,” ungkap Keysia
Menurut mereka, keunggulan karya tersebut terletak pada tata letak, hiasan, informasi, serta konsep visual yang dikembangkan. Inspirasi dari Gedung Bank Indonesia juga menjadi salah satu ciri khas yang membedakan karya mereka.
Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi ketiganya untuk terus berkembang dan berani mencoba berbagai kesempatan baru. Sertifikat dan penghargaan yang diraih juga dapat menjadi bagian dari portofolio mereka untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. (Dini)