Inovasi Hijau Jadi Strategi Tingkatkan Daya Saing Pemasaran Properti

  • 14 Oktober 2026
  • 13

Indro Purnomo, S.Pd.I., M.Si., meneliti strategi peningkatan kinerja pemasaran perusahaan pengembang properti melalui inovasi hijau dalam disertasi doktoralnya di Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi (DIE), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya.


Penelitian tersebut dipaparkan dalam Ujian Terbuka Doktor yang digelar pada Selasa (6/10/2026) di Meeting Room Lantai 1 Graha Wiyata Untag Surabaya. Sidang dipimpin Dr. Sumiati, M.M., selaku Ketua Sidang, serta dihadiri sembilan penguji.


Indro dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude setelah disertasinya diterima oleh tim penguji. Disertasi tersebut berjudul “Pengaruh Orientasi Pelanggan, Orientasi Pesaing, dan Budaya Organisasi Hijau terhadap Kinerja Pemasaran: Peran Mediasi Inovasi Hijau dan Keunggulan Kompetitif Hijau dengan Efek Moderator Organisasi Pembelajaran pada Perusahaan Pengembang Properti di Jawa Tengah.”


Penelitian ini mengangkat perkembangan industri properti di Jawa Tengah yang seiring dengan meningkatnya kebutuhan hunian, pembangunan infrastruktur, serta perubahan preferensi masyarakat terhadap produk yang lebih ramah lingkungan. Di sisi lain, industri tersebut juga menghadapi tantangan pasar yang memengaruhi penjualan dan keberlangsungan usaha.


Indro menjelaskan bahwa pada 2024 terjadi koreksi penjualan properti yang turut berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kontribusi sektor tersebut terhadap perekonomian.


Melalui penelitian ini, Indro mengkaji pengaruh orientasi pelanggan, orientasi pesaing, dan budaya organisasi hijau terhadap inovasi hijau, keunggulan kompetitif hijau, serta kinerja pemasaran. Penelitian tersebut juga menganalisis peran learning organization atau organisasi pembelajaran dalam memperkuat hubungan antarvariabel.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi pelanggan berpengaruh positif terhadap inovasi hijau dan keunggulan kompetitif hijau. Pemahaman terhadap kebutuhan serta preferensi konsumen dapat membantu perusahaan mengembangkan produk yang sesuai dengan tuntutan pasar sekaligus menawarkan nilai tambah berbasis lingkungan.


Orientasi pesaing juga terbukti berpengaruh terhadap inovasi hijau dan keunggulan kompetitif hijau. Dengan memperhatikan strategi serta perkembangan kompetitor, perusahaan dapat mengidentifikasi peluang inovasi, menyesuaikan produk, dan membangun keunggulan yang membedakannya di pasar.


Sementara itu, budaya organisasi hijau berpengaruh terhadap inovasi hijau dan keunggulan kompetitif hijau. Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa budaya organisasi hijau tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap kinerja pemasaran. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa nilai-nilai keberlanjutan dalam organisasi perlu diwujudkan melalui inovasi dan keunggulan produk agar dapat memberikan dampak terhadap pasar.


Penelitian ini juga menemukan bahwa organisasi pembelajaran dapat memperkuat beberapa hubungan antarvariabel. Hubungan tersebut meliputi pengaruh orientasi pesaing terhadap inovasi hijau, serta pengaruh orientasi pelanggan dan budaya organisasi hijau terhadap keunggulan kompetitif hijau.


Dalam proses penelitian, Indro menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari mencari literatur yang sesuai dengan topik hingga mengumpulkan kuesioner dari sampel perusahaan pengembang properti yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Tengah.


Berdasarkan hasil penelitiannya, Indro berharap para pengembang properti semakin memperhatikan kebutuhan konsumen dan perkembangan inovasi yang dilakukan kompetitor. Pemahaman terhadap kedua aspek tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan menghasilkan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar.


“Harapannya, para pengembang perumahan senantiasa mendengarkan kebutuhan customer dan memperhatikan inovasi dari kompetitor, sehingga produk yang dihasilkan adalah produk yang dibutuhkan pasar,” tutupnya (Aura)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id