Sebanyak 18 startup karya mahasiswa Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi (SISTEKIN) Untag Surabaya dipamerkan dalam Technopreneurship 2026, Selasa (30/6). Pameran ini menjadi puncak pembelajaran mata kuliah Kewirausahaan Teknologi Informasi sekaligus ajang memperkenalkan inovasi mahasiswa kepada sivitas akademika dan masyarakat.
Kegiatan yang digelar di Selasar Lantai 1 Gedung Graha Prof. Dr. H. Roeslan Abdulgani Untag Surabaya tersebut merupakan final project mata kuliah Kewirausahaan Teknologi Informasi. Pameran diikuti mahasiswa kelas A, B, dan R (kelas malam), dengan total 18 tenant yang terdiri atas sembilan tenant dari kelas pagi dan sembilan tenant dari kelas malam.
Beragam startup berbasis digital ditampilkan dalam pameran tersebut. Inovasi yang dipamerkan meliputi bisnis penjualan cookies berbasis website, layanan digitalisasi UMKM, jasa pembuatan website, hingga platform penyelenggaraan acara Evenify. Suasana pameran juga semakin semarak dengan kehadiran SISI, layanan photobooth milik Himpunan Mahasiswa SISTEKIN (HIMASISTA) yang mengusung tema Prodi SISTEKIN dengan maskot ikonik bernama Sisi.
Dosen pengampu mata kuliah Kewirausahaan Teknologi Informasi, Yusrida Muflihah, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa penyelenggaraan pameran bertujuan menunjukkan kepada sivitas akademika Untag Surabaya bahwa mata kuliah tersebut tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga menghasilkan berbagai startup sebagai wujud nyata capaian pembelajaran mahasiswa.
“Tujuan kegiatan ini untuk menginformasikan kepada sivitas akademika Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya bahwa mata kuliah ini menghasilkan berbagai produk startup. Hal ini juga menunjukkan bahwa capaian pembelajaran yang telah ditetapkan pada mata kuliah tersebut benar-benar dapat tercapai," jelasnya (30/6)
Dalam proses penilaian, setiap kelompok mempresentasikan produknya di hadapan tim dosen berdasarkan sejumlah indikator yang telah ditetapkan. Penilaian tidak hanya menitikberatkan pada inovasi teknologi, tetapi juga memperhatikan kesiapan produk dari sisi bisnis, mulai dari strategi pemasaran hingga aspek keuangan.
Selain menjadi bagian dari evaluasi akademik, pameran ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperkenalkan produknya kepada sivitas akademika dan masyarakat. Pengalaman tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempresentasikan ide bisnis, membangun jejaring, sekaligus memperoleh masukan guna menyempurnakan produk yang telah dikembangkan.
Yusrida berharap pengalaman mengikuti pameran menjadi bekal awal bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan startup hingga memiliki nilai komersial dan mampu bersaing di dunia industri.
"Harapannya, melalui mata kuliah ini, kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal bagi teman-teman mahasiswa untuk membangun dan mengembangkan startup mereka sendiri," tutupnya (Dini)