Publikasi ilmiah kini menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik mahasiswa, termasuk sebagai bekal menghadapi tugas akhir dan dunia riset yang semakin kompetitif. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi Teknik Industri Untag Surabaya membekali mahasiswa melalui workshop bertajuk “Strategi Efektif dan Sistematis Penulisan Manuskrip Publikasi Jurnal Ilmiah”.
Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan mahasiswa menghadapi publikasi ilmiah sebelum menjalani sidang tugas akhir. Workshop digelar pada Selasa (12/5/26) di Auditorium Lt. 6 Gedung R. Ing. Soekonjono Untag Surabaya dan diikuti mahasiswa yang tengah mempersiapkan publikasi karya ilmiah.
Narasumber workshop, Ir. Hilyatun Nuha, S.T., M.T., CSCA, membahas strategi sistematis penulisan manuskrip hingga proses submit jurnal terindeks Sinta. Materi yang diberikan meliputi tahap perencanaan penulisan, penyusunan manuskrip sesuai struktur IMRAD, pemahaman pedoman jurnal, hingga cara merespons reviewer dan editor jurnal.
Hilyatun Nuha menegaskan pentingnya publikasi jurnal bagi mahasiswa, khususnya jenjang S1 Teknik Industri. Menurutnya, publikasi ilmiah kini menjadi salah satu syarat untuk maju ke sidang tugas akhir.
“Bagaimana mahasiswa memahami pentingnya publikasi jurnal khususnya bagi mahasiswa S1 Teknik Industri karena merupakan salah satu syarat maju ke sidang tugas akhir,” ujarnya (12/5)
Mahasiswa juga perlu memahami strategi memilih jurnal yang tepat agar proses publikasi dapat berjalan lebih efektif. Menurutnya, salah satu hal yang perlu diperhatikan ialah intensitas terbit jurnal dalam satu tahun untuk memperbesar peluang memperoleh respons lebih cepat dari editor.
“Di dalam jurnal itu akan terlihat jurnal itu publish setahun berapa kali, biasanya di bulan tertentu, dan akan semakin cepat untuk mendapatkan respons dari jurnal tersebut untuk diterima atau ditolak,” jelasnya.
Sementara itu, Dr. Jaka Purnama, S.T., M.T., menyebut kegiatan ini rutin dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kualitas penulisan jurnal mahasiswa. Ia mengatakan bahwa standar akademik publikasi kini semakin meningkat karena mahasiswa tidak hanya diminta menulis jurnal, tetapi juga diarahkan untuk dapat menembus jurnal terindeks Sinta.
“Tujuan untuk peningkatan kualitas penulisan jurnal yang lebih bagus sehingga kegiatan ini dilaksanakan rutin. Dulu persyaratannya hanya masuk jurnal, sekarang sudah ada persyaratan harus masuk jurnal Sinta,” katanya.
Menurutnya, workshop tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya penelitian di lingkungan mahasiswa. Selain mendukung kelulusan, kemampuan publikasi ilmiah dinilai penting untuk menunjang kualitas riset mahasiswa di masa depan.
“Harapannya mahasiswa bisa memahami materi dan dapat mensubmit di jurnal yang dianggap berkualitas serta menjadi rujukan banyak orang dalam penelitian berikutnya,” tambahnya.
Salah satu peserta workshop, Tria Ayu Oktavia, mengaku kegiatan ini dapat membantu mahasiswa memahami proses publikasi jurnal yang sebelumnya dianggap rumit. Menurutnya, penjelasan mengenai struktur IMRAD hingga proses menghadapi reviewer memberikan gambaran yang lebih jelas bagi mahasiswa tugas akhir.
“Awalnya saya bingung bagaimana cara submit jurnal dan menentukan jurnal yang sesuai. Setelah mengikuti workshop ini jadi lebih paham tahapan penulisan manuskrip sampai proses review jurnal,” tutup mahasiswa angkatan 2022 tersebut.
Workshop ini sekaligus menjadi bekal awal bagi mahasiswa Teknik Industri Untag Surabaya untuk lebih siap menghadapi proses publikasi ilmiah yang kini menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik mereka. (Dini)