Menjelang kelulusan, siswa kelas XII SMA 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya memanfaatkan momen study tour ke Bali untuk mempererat kebersamaan sembari menikmati pengalaman belajar di luar kelas bersama teman dan guru pendamping.
Kegiatan tersebut diikuti seluruh siswa kelas XII bersama kepala sekolah, wali kelas, serta tiga belas guru pendamping selama perjalanan. Study tour berlangsung pada 7 - 11 Mei 2026 dengan sejumlah destinasi wisata di Bali sebagai tujuan kunjungan.
Sebelum keberangkatan, pihak sekolah mengadakan penyerahan dan pengarahan kepada seluruh peserta guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama berada di luar daerah. Seluruh rombongan kemudian berangkat menuju Bali menggunakan bus dari sekolah.
Wakil Kepala Kesiswaan dan Humas SMATAG Surabaya, Sujarno, S.Pd., menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan study tour tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, meski terdapat beberapa perbedaan pada destinasi wisata yang dikunjungi.
Selama berada di Bali, siswa mengunjungi sejumlah destinasi wisata seperti Pantai Pandawa, Garuda Wisnu Kencana (GWK), Desa Wisata Penglipuran, hingga Tanah Lot. Selain menjadi wisata akhir sekolah, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana mempererat kebersamaan antarsiswa sebelum kelulusan.
“Untuk kegiatannya hampir sama dengan tahun lalu, yang membedakan di destinasi wisatanya,” jelas Sujarno (18/5).
Dalam dua tahun terakhir, Bali kembali dipilih menjadi destinasi study tour siswa kelas XII SMATAG Surabaya setelah sebelumnya sekolah juga sempat mengadakan kegiatan serupa ke Yogyakarta. Sementara itu, study tour siswa kelas X biasanya dilaksanakan di wilayah Jawa Timur, sedangkan siswa kelas XII mendapat kesempatan mengikuti perjalanan ke luar provinsi.
Selama kegiatan berlangsung, guru berperan dalam mendisiplinkan sekaligus memantau siswa selama perjalanan. Adapun penjelasan mengenai objek wisata dan edukasi disampaikan langsung oleh tour guide yang mendampingi rombongan di setiap lokasi.
Pihak sekolah juga menekankan pentingnya menjaga adab dan etika selama berada di Bali yang dikenal memiliki budaya dan nilai spiritual yang kuat.
“Kami selalu mengingatkan siswa kalau di daerah orang harus tahu adab dan etika, karena Bali sangat sakral sekali,” katanya
Secara keseluruhan, kegiatan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Namun, rombongan sempat mengalami keterlambatan saat proses penyeberangan dari Bali menuju Banyuwangi akibat salah satu dermaga mengalami kerusakan.
Selain agenda wisata, para siswa juga mengadakan prom night pada malam terakhir di Bali sebagai momen perpisahan angkatan. Menariknya, acara tersebut dipersiapkan secara mandiri oleh para siswa, mulai dari konsep acara hingga penataan tempat.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap study tour dapat menjadi pengalaman berkesan sekaligus membangun rasa tanggung jawab dan kekompakan siswa sebelum meninggalkan bangku sekolah.
“Harapannya siswa-siswa dapat semakin kompak dan selalu bertanggung jawab,” tutup Sujarno. (Dini)