Kejujuran terhadap diri sendiri menjadi langkah awal dalam menjaga kesehatan mental. Pesan itu disampaikan Ricky Alejandro Martin, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dalam kegiatan RUAS (Ruang Kelas Kastrat) yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi Untag Surabaya, Kamis (25/6/2026).
Mengusung tema “Kapan Terakhir Kali Kita Jujur ke Diri Sendiri?”, forum diskusi tersebut digelar di Laboratorium Psikologi, Lantai 2 Gedung R. Ing. Soekonjono Untag Surabaya. Kegiatan ini sekaligus menutup rangkaian program RUAS yang telah berlangsung selama empat bulan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diajak merefleksikan kebiasaan mengabaikan perasaan sendiri, termasuk kecenderungan membangun persepsi yang tidak selalu sesuai dengan kenyataan.
Dalam pemaparannya, Ricky menjelaskan bahwa kebiasaan membohongi diri sendiri dapat membuat seseorang kehilangan jati diri. Kondisi itu juga dapat memengaruhi cara seseorang membangun kepercayaan terhadap orang lain.
“Kalau kita terus-menerus membohongi diri sendiri, kita akan kehilangan diri sendiri, kehilangan karakter, bahkan kehilangan kepercayaan terhadap orang lain,” ujarnya.
Menurut Ricky, kebohongan terhadap diri sendiri kerap muncul dalam hubungan antarpribadi. Seseorang dapat menilai setiap perlakuan yang diterima sebagai bentuk cinta karena takut kehilangan perhatian, meskipun kenyataannya tidak selalu demikian.
Ricky juga mengingatkan pentingnya mengenali dan mengelola ekspektasi, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Ia menilai, ekspektasi yang tidak realistis dapat menjadi sumber kekecewaan dan berdampak pada kondisi emosional seseorang.
Sebagai langkah awal untuk lebih jujur kepada diri sendiri, Ricky membagikan tiga cara sederhana. Pertama, memvalidasi setiap emosi yang dirasakan. Kedua, mengenali titik-titik sensitif dalam diri. Ketiga, menyalurkan emosi negatif melalui kegiatan yang positif dan produktif.
“Jujur ke diri sendiri itu bukan sebuah pilihan, tapi kewajiban,” tegasnya.
Ketua Pelaksana RUAS, Annisa Intan, menjelaskan bahwa tema tersebut dipilih karena berangkat dari pengalaman banyak orang yang terbiasa mengatakan dirinya baik-baik saja, padahal kondisi yang dirasakan tidak sesuai dengan kenyataan.
“RUAS ini berangkat dari pengalaman banyak orang yang tidak pernah jujur kepada diri sendiri. Mereka mengatakan ‘iya’ atau ‘baik-baik saja’, tetapi sebenarnya tidak sesuai dengan kenyataan,” ujar Annisa.
Diskusi berlangsung interaktif. Pada sesi tanya jawab, peserta antusias berbagi pengalaman tentang proses mengenali diri, mengelola emosi, dan menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, RUAS BEM Fakultas Psikologi Untag Surabaya menegaskan pentingnya kejujuran terhadap diri sendiri sebagai langkah awal menjaga kesehatan mental dan membangun relasi yang lebih sehat dengan orang lain. (Dini)