Semangat berkesenian terasa kuat di lingkungan Untag Surabaya melalui seleksi internal bertajuk “PEKSIMINAS: Road To Seleksi Internal PEKSIMIDA”. Kegiatan diinisiasi Badan Koordinasi Kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Untag Surabaya merupakan langkah awal menjaring mahasiswa berbakat menuju Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) 2026 tingkat Jawa Timur.
Seleksi internal tersebut digelar pada Selasa, 12 Mei 2026, sebagai bagian dari rangkaian persiapan Untag Surabaya menuju ajang PEKSIMIDA 2026. Tidak sekadar kompetisi rutin, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menunjukkan potensi seni sekaligus mengasah kesiapan berkompetisi di tingkat Jawa Timur.
Dalam sambutan pembukaannya, Ketua Pelaksana, Rafi Sinatrya menekankan bahwa ajang ini merupakan langkah awal yang krusial bagi mahasiswa yang ingin berkompetisi di tingkat lebih tinggi.
“Seleksi internal dirancang untuk menemukan talenta-talenta terbaik yang siap bersaing dengan perwakilan universitas lain di Jawa Timur,” katanya (12/5).
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua BKK UKM Untag Surabaya, Dini Ayuning Safitri menegaskan pentingnya kebersamaan seluruh peserta dalam membawa nama Untag Surabaya. Menurutnya, mahasiswa yang terpilih perlu mengesampingkan identitas unit kegiatan mahasiswa masing-masing dan berfokus pada satu tujuan bersama sebagai delegasi kampus.
“Teman-teman harus bersatu padu membawa nama almamater Untag Surabaya dan harus tetap sportif dalam setiap prosesnya,” tegasnya di hadapan para peserta.
Seleksi internal kali ini difokuskan pada dua cabang seni, yakni kategori vokal grup atau musik dan lomba baca puisi. Sebanyak 12 mahasiswa dinyatakan lolos dan siap melanjutkan perjuangan menuju PEKSIMIDA.
Mahasiswa yang berhasil lolos antara lain Rozenatul Opsiyah, Avriela Salsa, Martino Glen, Daffa, Aurel Vey, Patricia, Yohanes Jose, Charlyn Leka, Kevin Emagnoe, Yulistia Rafa, Bernadyna, dan Rifky Setia Budi. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang UKM, mulai dari UKM Musik hingga Paramatag, yang kini melebur menjadi satu tim delegasi Untag Surabaya.
Di balik kelulusan tersebut, para peserta juga membawa cerita perjuangan masing-masing dalam mempersiapkan diri secara mental maupun teknis.
Rozenatul Opsiyah, salah satu peserta yang lolos di bidang musik, mengaku merasakan campuran emosi antara senang dan haru setelah dinyatakan lolos seleksi. “Persaingan di seleksi internal pasti juga tidak mudah, jadi bisa lolos seperti ini terasa sangat berarti buat saya,” ungkapnya. (12/5)
Rozenatul juga membagikan secara detail rutinitas latihan yang dijalaninya selama mempersiapkan diri mengikuti seleksi internal. Menurutnya, kedisiplinan latihan dan evaluasi diri menjadi hal penting untuk meningkatkan kualitas penampilannya menuju PEKSIMIDA.
“Saya berlatih setiap hari, mulai pagi sebelum memulai aktivitas, siang hari, hingga malam menjelang tidur. Dukungan dari senior seperti Mba Ica sangat membantu saya dalam memperbaiki teknik pernapasan, intonasi, dan penghayatan lagu. Meskipun saya sering merasa kurang puas dengan penampilan sendiri, hal itu justru saya jadikan bahan evaluasi untuk berkembang lebih baik. Menjelang PEKSIMIDA, saya ingin terus melatih konsistensi kontrol napas dan dinamika suara demi menghadapi tekanan panggung yang nyata,” jelas Rozenatul.
Rozenatul berharap ajang ini terus menjadi fasilitas nyata bagi mahasiswa untuk berkarya di bidang tarik suara. “Jika nantinya saya bisa membawa pulang hasil terbaik untuk Untag, itu akan menjadi kebanggaan yang menjadi milik seluruh keluarga besar kampus,” pungkasnya
Sementara itu, Charlyn Leka dari UKM Paramatag & Musik juga mengaku bangga dapat berkesempatan menjadi salah satu perwakilan Untag Surabaya. Berbeda dengan Rozenatul, Charlyn lebih banyak menjalani latihan mandiri dengan memanfaatkan platform digital. Ia rutin mendengarkan musik yang akan dibawakan melalui YouTube agar semakin terbiasa dengan pembawaan dan karakter lagu.
Meski demikian, Charlyn mengakui masih memiliki tantangan yang perlu dibenahi, khususnya dari sisi mentalitas saat tampil.
“Kemarin walaupun masih tahap seleksi internal, saya merasa sangat gugup sampai melupakan beberapa bagian lagu yang sebenarnya fatal dalam perlombaan,” ujarnya (12/5)
Bagi para peserta, ajang PEKSIMIDA dan PEKSIMINAS diharapkan bukan sekadar kompetisi menang-kalah, melainkan sebuah kawah candradimuka untuk berkembang secara pribadi. Pencapaian para talenta muda ini menjadi bukti nyata bahwa Untag Surabaya terus berkomitmen dalam memfasilitasi minat dan bakat mahasiswa di bidang seni secara berkelanjutan. (Husni)