Perlindungan Pekerja dan Fleksibilitas Kerja Dinilai Harus Berjalan Beriringan

  • 12 Mei 2026
  • 7

Persoalan perlindungan pekerja dalam Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) menjadi fokus disertasi Hari Triasmono, S.E., S.H., M.H., seorang praktisi ketenagakerjaan yang telah lama berkecimpung sebagai Human Resource (HR) sekaligus lawyer perusahaan.


Ketertarikannya pada isu tersebut berangkat dari pengalaman panjangnya menangani persoalan hubungan industrial di berbagai perusahaan. Menurutnya, polemik PKWT hingga kini masih kerap memunculkan perbedaan kepentingan antara pekerja dan pengusaha.


“Kebetulan saya selama ini aktif di dunia ketenagakerjaan, sebagai HR di berbagai perusahaan dan lawyer di bawah perusahaan sehingga saya tertarik dengan PKWT ini yang dari dulu sampai sekarang sering kali tidak ada titik temu antara pengusaha dan pekerja,” jelasnya (8/5)


Berangkat dari pengalaman tersebut, Hari terdorong untuk mengkaji lebih dalam terkait ketimpangan perlindungan hukum antara pekerja dan pengusaha dalam sistem kerja kontrak di Indonesia. Dalam disertasi doktoralnya, ia menyoroti bahwa konsep fleksibilitas hubungan kerja seharusnya tetap diimbangi dengan perlindungan hak-hak pekerja secara seimbang.


Melalui Ujian Terbuka Doktor Ilmu Hukum pada Jumat, 8 Mei 2026, Hari Triasmono memaparkan hasil penelitiannya di hadapan para penguji dan akademisi Untag Surabaya. Dalam penelitiannya, ia menilai praktik PKWT saat ini cenderung bergeser dari nilai perlindungan pekerja menuju kepentingan fleksibilitas dunia industri.


“Perjanjian kerja waktu tertentu yang semakin lama lebih berpihak pada liberalisasi, sehingga bergeser dari nilai-nilai perlindungan pekerja menjadi nilai fleksibilitas. Namun demikian, fleksibilitas itu harus dibarengi dengan perlindungan pekerja, terutama pekerja PKWT di Indonesia,” ujarnya saat wawancara.


Dalam proses penyusunan disertasi, Hari mengaku menghadapi tantangan besar, terutama dalam menemukan unsur kebaruan penelitian atau novelty. Menjelang pelaksanaan ujian, ia akhirnya menemukan gagasan baru berupa sistem pendaftaran PKWT yang dilakukan secara otomatis dan real-time.


“Inovasi ini diharapkan nantinya dapat memberikan perlindungan tidak hanya bagi pekerja, tetapi juga pengusaha, sehingga hubungan industrial bisa berjalan lebih seimbang,” ungkapnya.


Ia juga mengapresiasi peran dosen pembimbing yang dinilai sangat telaten dalam mendampingi proses penyusunan disertasi. Selama proses tersebut, ia beberapa kali melakukan perubahan judul hingga akhirnya penelitian mencapai bentuk yang sesuai dengan harapan akademik.


“Bimbingan dosen yang sangat telaten membuat saya dapat menyelesaikan disertasi ini walaupun beberapa kali saya harus mengubah judul hingga disertasi ini sesuai dengan yang diharapkan,” katanya.


Melalui penelitian tersebut, Hari Triasmono berharap hasil disertasinya dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam memperbaiki sistem perlindungan ketenagakerjaan di Indonesia, khususnya terkait pekerja PKWT.


“Harapan saya disertasi ini dapat diterapkan oleh pemerintah agar perlindungan hak antara pekerja dan pengusaha sama-sama bisa seimbang, sehingga kehidupan industrial kita bisa tercapai,” pungkasnya.


Pencapaian akademik ini tidak hanya menjadi kebanggaan Dr. Hari Triasmono, S.E., S.H., M.H., tetapi juga memperkaya kajian hukum ketenagakerjaan melalui disertasi yang menawarkan sistem pendaftaran PKWT secara otomatis dan real-time sebagai upaya memperkuat perlindungan pekerja serta menciptakan hubungan industrial yang lebih seimbang. (Dini)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\