Penguatan UMKM dan pembangunan industri berkelanjutan menjadi fokus dalam orasi ilmiah Prof. Erni Puspanantasari Putri, S.T., M.Eng., Ph.D. Ia menegaskan bahwa sistem industri terintegrasi berbasis inovasi dan digitalisasi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing nasional di tengah dinamika global.
Gagasan tersebut disampaikan dalam orasi berjudul “Optimalisasi dan Perancangan Industri Berkelanjutan: Strategi Menguatkan UMKM dan Kluster Industri di Indonesia” pada pengukuhan guru besar Untag Surabaya, 8 April 2026.
Prof. Erni menjelaskan bahwa optimasi dan perancangan industri merupakan disiplin multidisipliner yang tidak hanya berorientasi pada efisiensi produksi, tetapi juga membangun sistem yang adaptif, komprehensif, dan berkelanjutan.
Pemikiran tersebut didasarkan pada riset yang ia kembangkan sejak 2014, dengan lebih dari 150 publikasi ilmiah nasional dan internasional. Kajiannya mencakup evaluasi kinerja industri berbasis data, pengembangan kluster UMKM, transformasi ekonomi kreatif, serta penerapan ekonomi hijau dan biru.
Ia menyoroti peran UMKM yang menyumbang lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 97% tenaga kerja. Meski demikian, sektor ini masih dihadapkan pada tantangan seperti produktivitas yang rendah, keterbatasan inovasi, dan lemahnya integrasi rantai pasok.
Sebagai solusi, Prof. Erni menekankan pentingnya penguatan kluster industri untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. Pendekatan kolaboratif dinilai mampu mendorong berbagi sumber daya, mempercepat inovasi, serta memperluas akses pasar baik domestik maupun global.
“Optimalisasi bukan sekadar bekerja lebih cepat atau lebih murah, tetapi bagaimana merancang sistem yang mampu belajar, beradaptasi, dan tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya n (8/4)
Ia juga menyoroti urgensi transformasi digital dalam menghadapi era industri 4.0 dan society 5.0 melalui pemanfaatan Internet of Things (IoT), big data analytics, dan otomasi produksi. Teknologi tersebut dinilai berperan dalam meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat daya saing.
Dalam penerapannya, diperlukan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk membangun ekosistem industri yang kokoh.
“Tanpa data, kita hanyalah seseorang dengan opini. Karena itu, pengambilan keputusan industri harus berbasis data, analisis, dan pendekatan ilmiah,” tegasnya.
Melalui orasi ini, ditegaskan bahwa masa depan industri nasional ditentukan oleh kemampuan menciptakan sistem yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan, dengan UMKM dan kluster industri sebagai pilar utama transformasi ekonomi menuju daya saing global. (Dini)