Upaya memperkuat tata kelola koperasi yang sehat dan transparan terus menjadi perhatian, seiring meningkatnya kompleksitas pengelolaan organisasi dan kebutuhan pengawasan yang lebih adaptif. Isu tersebut menjadi fokus disertasi yang diangkat Dr. Irda Agustin Kustiwi, S.A., M.A., CGAA, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Program Studi Akuntansi Untag Surabaya.
Dalam penelitiannya, Irda mengkaji sistem deteksi kepatuhan (compliance) dan early warning system untuk mencegah penyimpangan pada koperasi. Hasil kajian tersebut dipaparkan dalam Ujian Doktor yang digelar pada 12 Mei 2026 di Meeting Room, Graha Wiyata, Untag Surabaya.
Penelitian ini berangkat dari kompleksitas pengelolaan Koperasi Karyawan Redrying Bojonegoro (KAREB), salah satu koperasi karyawan terbesar di Jawa Timur yang bergerak di sektor riil dan jasa. Kompleksitas unit usaha yang dimiliki menjadikan koperasi tersebut menarik untuk diteliti dari sisi pengawasan dan tata kelola organisasi.
Melalui risetnya, Irda mengembangkan pendekatan yang tidak sebatas pada aspek akademik, tetapi juga langsung diterapkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat bersama jajaran Untag Surabaya, termasuk Wakil Rektor III. Pendampingan yang dilakukan mencakup pelatihan, penguatan kapasitas satuan pengawas internal, hingga pembenahan tata kelola di berbagai unit bisnis koperasi.
“Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sistem compliance dan early warning system dapat menjadi instrumen penting untuk mendeteksi risiko penyimpangan lebih awal, sekaligus mendorong budaya akuntabilitas dalam pengelolaan koperasi,” ungkapnya (12/5)
Tak hanya itu, penelitian ini juga menyoroti pentingnya regenerasi keilmuan di bidang audit. Sebagai akademisi, Irda melihat kebutuhan besar untuk menghadirkan praktik audit yang lebih relevan dengan tantangan organisasi modern, khususnya pada lembaga koperasi yang kini semakin berkembang dan kompleks.
Pemilihan Program Doktor Ilmu Ekonomi (DIE) Untag Surabaya sebagai tempat menempuh studi lanjut juga bukan tanpa alasan. Menurutnya, reputasi program yang telah terakreditasi unggul serta kesesuaian bidang kepakarannya di ranah ekonomi menjadi pertimbangan utama dalam perjalanan akademiknya.
Lebih jauh, ia menilai hasil penelitiannya dapat diimplementasikan lebih luas pada berbagai koperasi di Indonesia. Kehadiran program nasional seperti Koperasi Merah Putih dinilai menjadi momentum yang tepat untuk menerapkan model tata kelola berbasis deteksi dini ini.
“Saya berharap hasil penelitian ini tidak berhenti sebagai kontribusi teoritis semata, melainkan dapat diimplementasikan secara luas pada berbagai koperasi di Indonesia. Kehadiran program nasional seperti Koperasi Merah Putih dinilai menjadi momentum yang tepat untuk menerapkan model tata kelola berbasis deteksi dini ini,” tutupnya
Disertasi ini menawarkan model pengawasan terintegrasi yang relevan diterapkan pada koperasi, sejalan dengan kebutuhan penguatan sistem kepatuhan dan deteksi dini potensi penyimpangan. (Dini)