Dunia perfilman tidak hanya tentang apa yang terlihat di layar, tetapi juga proses kreatif, sudut pandang, dan perjalanan di balik setiap karya. Semangat tersebut hadir dalam LENSA RUPA! "Beyond The Frame", yang mempertemukan pelajar, mahasiswa, dan pecinta film untuk mengapresiasi karya sekaligus memperluas wawasan mengenai industri perfilman.
Acara yang dirancang oleh mahasiswa Mata Kuliah Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) Kelas D Program Studi Ilmu Komunikasi Untag Surabaya ini digelar di Institut Français Indonesia (IFI) Surabaya, Sabtu (30/5). Kegiatan tersebut menghadirkan screening film pendek karya pelajar dan mahasiswa serta sesi talkshow bertajuk “Beyond The Frame: Proses Kreatif dan Karier di Dunia Perfilman” bersama analis film, Ipank Pwo.
Ketua Pelaksana, Ridwan Sandi, menjelaskan bahwa acara ini tidak hanya berfokus pada pemutaran film, tetapi juga menjadi ruang apresiasi bagi para kreator muda.
“Dengan adanya acara ini, bukan hanya kalian menonton screening atau mendengarkan sesi talkshow, tapi juga dapat mengapresiasi film-film hasil karya teman-teman,” ujarnya (30/5)
Rangkaian acara diawali dengan pemutaran sejumlah film pendek karya pelajar dan mahasiswa, di antaranya ‘Satu Meja Makan’ karya siswa SMK Labschool Unesa 1 (SMK IKIP), ‘Ketika Mereka Menyambutku’ karya siswa SMKN 12 Surabaya, serta ‘Wanoja’ karya analis film sekaligus narasumber, Ipank Pwo.
Setelah menikmati berbagai karya yang ditampilkan, peserta mengikuti sesi diskusi bertema Beyond The Frame: Proses Kreatif dan Karier di Dunia Perfilman. Dalam pemaparannya, Ipank Pwo membahas berbagai aspek produksi film, mulai dari proses penulisan naskah hingga pentingnya konflik dalam sebuah cerita.
“Sepenting apa konflik di film? Karena saat menulis script ada sudut pandang pembuat karya, tetapi penonton juga memiliki cara pandang yang berbeda saat melihat film. Keduanya saling berkaitan dan memengaruhi bagaimana pesan film diterima,” jelasnya.
Suasana semakin hidup melalui sesi ice breaking berupa permainan menebak cuplikan film yang disambut antusias oleh peserta.
Pada kesempatan tersebut, Ipank Pwo berharap LENSA RUPA dapat terus berlanjut sebagai wadah bagi para kreator muda untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.
“Saya harap Lensa Rupa selalu berlanjut dan ada episode berikutnya agar dapat membantu menampilkan hasil film teman-teman, bukan hanya melalui festival,” tuturnya.
Salah satu peserta, Ahmad Wisnu dari SMK Labschool Unesa Surabaya, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru dari kegiatan tersebut.
“Kegiatannya cukup seru dan menyenangkan. Saya mendapatkan banyak ilmu dan insight baru, apalagi karena saya jurusan perfilman. Ilmu dari narasumber benar-benar bermanfaat dan menjadi pengalaman baru bagi saya,” tutupnya (Dini)