Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Dra. Ni Made Ida Pratiwi, M.M., meraih gelar Doktor Ilmu Administrasi setelah meneliti kinerja Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Surabaya.
Penelitian tersebut dituangkan dalam disertasi berjudul “Pengaruh Pengembangan Organisasi dan Penguatan Kapasitas SDM terhadap Kinerja Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Surabaya dengan Budaya Organisasi sebagai Variabel Moderasi”.
Ni Made mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Program Doktor Ilmu Administrasi Untag Surabaya yang digelar di Meeting Room Lantai 1 Grha Wiyata Untag Surabaya, Jumat (10/7/2026).
Berdasarkan hasil sidang, Ni Made dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar Doktor Ilmu Administrasi dengan predikat sangat memuaskan. Sidang terbuka tersebut dipimpin Dekan FISIP Untag Surabaya, Prof. Dr. V. Rudy Handoko, M.S., dan dihadiri tim promotor, dewan penguji, keluarga, kolega, serta sivitas akademika Untag Surabaya.
Ni Made menjelaskan, ketertarikannya meneliti KKMP berawal dari perhatian publik terhadap program Koperasi Merah Putih. Menurutnya, meski pemerintah menargetkan koperasi mampu menunjukkan kinerja baik dalam waktu singkat, kondisi di lapangan masih memperlihatkan sejumlah kendala.
“Saya mengambil penelitian ini karena Koperasi Merah Putih sekarang ramai diperbincangkan dan memang masih baru. Di awal pembentukan koperasi ini banyak sekali permasalahan yang terjadi. Pemerintah menargetkan koperasi ini sudah memiliki kinerja yang baik, tetapi kenyataannya di Surabaya dari 153 KKMP, hanya sekitar 41 koperasi yang sudah mampu melayani anggotanya. Untuk itu, saya tertarik meneliti KKMP,” ujarnya, Jumat (10/7/2026).
Melalui penelitian yang melibatkan 41 KKMP aktif di Kota Surabaya, Ni Made menemukan bahwa pengembangan organisasi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja koperasi. Temuan ini menunjukkan bahwa kelembagaan yang tertata menjadi faktor penting dalam mendorong koperasi agar mampu menjalankan layanan kepada anggota.
Sementara itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) belum memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja apabila tidak didukung tata kelola organisasi yang baik. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa budaya organisasi berperan dalam memperkuat efektivitas kompetensi SDM sehingga dapat mendukung kinerja koperasi secara berkelanjutan.
Dalam proses penelitian, Ni Made menemukan berbagai persoalan yang dihadapi pengurus koperasi di lapangan. Beberapa persoalan tersebut meliputi pendampingan yang dinilai belum optimal, kesulitan memperoleh anggota, serta tantangan membangun kelembagaan agar koperasi dapat beroperasi secara efektif.
“Ketika saya terjun ke lapangan, banyak pengurus Koperasi Merah Putih menceritakan berbagai permasalahan yang mereka hadapi, terutama terkait pendampingan dari pemerintah, kesulitan mencari anggota, hingga membangun kelembagaan koperasi agar dapat berjalan dengan baik,” tuturnya.
Di balik keberhasilannya meraih gelar doktor, Ni Made mengaku harus membagi waktu antara penyelesaian studi dan tanggung jawab akademik di FISIP Untag Surabaya. Kesibukan mengajar, mengelola program studi, melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, serta mendampingi mahasiswa menjadi tantangan tersendiri selama penyusunan disertasi.
“Kesibukan saya sehari-hari cukup padat karena selain mengajar, saya juga mengurus program studi, melakukan pengabdian kepada masyarakat, mengurusi mahasiswa, dan berbagai pekerjaan lainnya. Disertasi ini memang selesai sedikit lebih lama karena banyaknya tanggung jawab yang harus saya jalankan. Namun, puji Tuhan, akhirnya semua proses dapat saya lalui hingga selesai,” ungkapnya.
Ni Made berharap hasil penelitiannya dapat menjadi referensi bagi pemerintah maupun pengelola KKMP dalam memperkuat implementasi kebijakan. Menurutnya, penguatan kelembagaan, pengembangan organisasi, peningkatan kapasitas SDM, dan budaya organisasi menjadi bagian penting agar tujuan pembentukan koperasi dapat tercapai.
“Harapan saya, permasalahan-permasalahan yang ada di Koperasi Merah Putih dapat terselesaikan, terutama terkait kelembagaan, SDM, dan implementasi kebijakannya. Semoga kebijakan strategis pemerintah ini benar-benar dapat mencapai tujuan yang diharapkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.
Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat memperkaya kajian administrasi publik, khususnya terkait implementasi kebijakan strategis pemerintah di tingkat kelurahan. Melalui pengembangan organisasi, penguatan kapasitas SDM, dan budaya organisasi yang baik, KKMP diharapkan mampu berkembang secara berkelanjutan serta memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat. (Aura)