Kegiatan anjangsana “Aksara Nexus” yang digelar HIMAKOM Untag Surabaya pada (15/4/26) menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bertukar pikiran, gagasan, serta berbagi pengalaman dan strategi dalam membangun organisasi yang lebih progresif dan adaptif.
Anjangsana diikuti oleh perwakilan dari tiga himpunan mahasiswa, yakni HIMAKOM Untag Surabaya, Universitas Yudharta Pasuruan, dan UIN Sunan Ampel Surabaya.
Ketua pelaksana, Fildsha Sofi, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membuka peluang relasi yang lebih luas antar mahasiswa komunikasi.
“Kegiatan ini bukan cuma sebagai kumpul atau silaturahmi, tetapi juga menjadi peluang bagi kita untuk kenal lebih dekat, tukar pikiran, dan membangun relasi antar mahasiswa ilmu komunikasi dari berbagai kampus. Lewat acara ini saya harap bisa menjadi langkah kecil untuk kolaborasi yang besar ke depannya,” ujarnya (15/4)
Senada dengan itu, Ketua HIMAKOM Untag Surabaya, Naufal Ardana, menambahkan bahwa anjangsana ini juga menjadi bagian dari studi banding antar organisasi mahasiswa.
“Kegiatan ini menjadi tempat bagi kita untuk bertukar pikiran, gagasan, berbagi pengalaman, dan strategi dalam membangun organisasi yang lebih progresif dan adaptif. Harapan saya hubungan ini tidak berhenti di kegiatan ini saja, tetapi berlanjut dalam bentuk kerja sama yang berkelanjutan,” jelas Naufal
Dukungan turut datang dari pihak akademik. Ketua Program Studi (Kaprodi) Ilmu Komunikasi, Hajidah Fildzahun Nadhilah Kusnadi, S.Sos., M.A., mengapresiasi pelaksanaan program kerja tersebut sebagai langkah awal yang positif bagi kepengurusan baru.
“Ini merupakan program kerja pertama dari kabinet yang baru dilantik pada Januari lalu. Saya mengapresiasi upaya maksimal HIMAKOM dalam menjalankan kegiatan ini, dan berharap ke depannya bisa lebih baik lagi,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi perkenalan masing-masing himpunan beserta program kerja yang dimiliki. Selanjutnya, peserta mengikuti forum group discussion (FGD) yang membahas berbagai isu komunikasi, seperti komunikasi gender, perkembangan kecerdasan buatan (AI), serta dinamika komunikasi media massa di era digital. Kegiatan juga diselingi sesi ice breaking yang mempererat keakraban antar peserta.
Sepanjang acara, suasana berlangsung hangat dan interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan pertukaran gagasan dalam setiap sesi, terutama saat FGD yang berjalan dinamis dan fokus.
Salah satu peserta, Ubaidillah Sholehudin, Ketua Himpunan Ilmu Komunikasi Universitas Yudharta Pasuruan, mengaku memperoleh banyak manfaat dari kegiatan anjangsana tersebut.
“Kegiatannya seru banget, saya dapat relasi yang lebih luas dan mungkin akan berguna ke depannya, saya juga dapat banyak ilmu baru. Mungkin juga akan ada kolaborasi lebih lanjut ke depannya,” tuturnya
Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang kolaboratif bagi mahasiswa ilmu komunikasi lintas kampus. Diharapkan terjalin sinergi berkelanjutan antar himpunan mahasiswa ilmu komunikasi, sehingga mampu melahirkan kolaborasi yang kreatif, adaptif, dan berdampak bagi lingkungan akademik maupun masyarakat luas. (Dini)