Harga Plastik Melonjak, Industri Nasional Hadapi Tekanan Berat

  • 15 April 2026
  • 21

Harga bahan baku plastik di dalam negeri melonjak tajam pada April 2026. Di sejumlah produk kemasan, kenaikannya berkisar 30 persen hingga 100 persen, dipicu terganggunya pasokan nafta dan rantai logistik global akibat konflik Timur Tengah serta ketegangan di jalur Selat Hormuz.


Bagi Indonesia, tekanannya berlipat. Kebutuhan nafta nasional sekitar 3 juta ton per tahun masih 100 persen impor, sementara sebagian bahan baku plastik seperti PE, PP, PET, PS, dan PVC juga masih bergantung pada pasokan luar negeri. Pada saat yang sama, kurs rupiah terhadap dolar AS sempat menembus level Rp17.000, sehingga beban impor ikut meningkat.


Tekanan ini datang ketika kebutuhan kemasan tetap tinggi di sektor makanan dan minuman, distribusi, dan usaha yang bergantung pada plastik. Dalam situasi pasokan yang tersendat, lonjakan permintaan membuat harga kemasan ikut terkerek dan menambah tekanan pada biaya produksi.


Dampaknya mulai terasa di berbagai sektor. Kenaikan harga kemasan plastik menekan margin UMKM, industri makanan dan minuman, logistik, hingga farmasi. Ketika biaya pembungkus dan wadah naik, sebagian pelaku usaha terpaksa menyesuaikan harga jual, yang kemudian ikut memengaruhi daya beli masyarakat.


Pemerintah kini menyiapkan langkah mitigasi dengan mencari sumber pasokan nafta alternatif dari India, Afrika, dan Amerika Serikat. Perkembangan ini menunjukkan bahwa persoalan plastik bukan sekadar soal kemasan mahal, melainkan cerminan rentannya industri nasional ketika ketergantungan impor masih tinggi. (Ivan)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\