Gagas Kendaraan Listrik dari Limbah Sawit, Mahasiswa Untag Juara SINEC 2026

  • 08 Juli 2026
  • VaniaS
  • 26

Dua mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untag Surabaya, Feriona Ayurizta Iliyas dan Amalia Tizka Zhahrina, meraih Bronze Medal dalam Sustainable Innovation National Essay Competition (SINEC) 2026.


Keduanya menjadi delegasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Forum Diskusi Mahasiswa Penalaran, Penelitian, dan Penerbitan Kampus (Fordimapelar) Untag Surabaya. Kompetisi tingkat nasional tersebut berlangsung di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Sabtu (27/6/2026).


Penghargaan itu diraih melalui esai berjudul “Eco Wheels: Konversi Sampah Menjadi Kendaraan Masa Depan Melalui Inovasi Tandan Kosong Kelapa Sawit untuk Kendaraan Listrik Menuju SDGs 2030” pada subtema Clean Energy.


SINEC 2026 mengusung tema “From Local Ideas to Global Impact: Empowering Youth as Innovation Catalyst for a Sustainable Future”. Kompetisi ini mendorong lahirnya ide kreatif generasi muda dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan menuju SDGs 2030.


Ajang tersebut diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Diponegoro.


Feriona menjelaskan, timnya memilih subtema Clean Energy karena melihat besarnya potensi limbah tandan kosong kelapa sawit di wilayah Sumatera dan Kalimantan yang belum dimanfaatkan secara optimal.


“Judul ini masuk dalam subtema Clean Energy. Kami melihat begitu banyak limbah tandan kosong kelapa sawit di wilayah Sumatera dan Kalimantan yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Karena itu, kami menawarkan inovasi tersebut sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah maupun sektor swasta untuk memanfaatkan limbah yang sudah tidak terpakai menjadi solusi berbiaya rendah dan ramah lingkungan,” jelas Feriona, Senin (7/7/2026).


Dalam proses penyusunan esai, Feriona dan Amalia membagi tugas mulai dari riset, penulisan naskah, hingga persiapan presentasi pada babak final.


“Untuk pembagian tugas, kami berbagi dalam penyusunan naskah. Saat babak final, kami diwajibkan membuat dua media presentasi, yaitu poster yang dikerjakan Feriona dan PowerPoint yang dikerjakan Tizka,” ujarnya.


Di balik capaian tersebut, keduanya sempat menghadapi kendala dalam mempersiapkan babak final. Feriona mengatakan, penyesuaian jadwal menjadi tantangan terbesar karena waktu persiapan bertepatan dengan persiapan Kuliah Kerja Nyata (KKN).


Prestasi ini menjadi motivasi bagi keduanya untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang penelitian dan penulisan ilmiah. Bagi Fordimapelar Untag Surabaya, capaian tersebut juga menjadi bukti bahwa organisasi mampu mendorong mahasiswa untuk berkompetisi di tingkat nasional.


“Kami berharap prestasi ini dapat menginspirasi anggota lainnya untuk aktif mengikuti berbagai kompetisi, baik akademik maupun nonakademik,” katanya.


Feriona menambahkan, gagasan Eco Wheels tidak akan berhenti sebagai karya tulis. Konsep tersebut rencananya akan dikembangkan melalui penelitian lanjutan dan pengabdian kepada masyarakat agar dapat memberi manfaat yang lebih luas.


“Gagasan yang telah kami tuangkan dalam esai tidak berhenti sebagai karya tulis semata. Ke depannya, kami ingin mengembangkan konsep tersebut melalui penelitian lanjutan dan pengabdian kepada masyarakat agar dapat diimplementasikan serta memberikan manfaat yang lebih luas,” ungkap Feriona.


Ia berharap keberhasilan tersebut dapat memotivasi lebih banyak mahasiswa Untag Surabaya, khususnya anggota Fordimapelar, untuk berani berkarya dan berprestasi di tingkat nasional.


“Kami juga berharap Fordimapelar terus berkembang sebagai wadah yang mendukung pengembangan potensi, kreativitas, dan prestasi mahasiswa,” tutupnya.


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

Vania

Reporter