FISIP Untag Surabaya Gelar Konferensi AI dan Bisnis Berkelanjutan

  • 27 Juli 2026
  • 45

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Untag Surabaya bersama Asosiasi Ilmu Administrasi Bisnis Indonesia (AIABI) menggelar International Conference in Conjunction with the AIABI Congress pada 23–24 Juli 2026 di Ruang R. Soeparman Hadipranoto Lantai 9 Gedung Grha Wiyata Untag Surabaya.


Mengusung tema “Business Transformation in the Era of Artificial Intelligence and Sustainability: Building Resilient, Innovative, and Inclusive Businesses”, konferensi ini diikuti 430 peserta dari berbagai perguruan tinggi.


Konferensi ini dihadiri Pengurus Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya, Wakil Rektor III Untag Surabaya, serta Dekan FISIP Untag Surabaya berlangsung secara hybrid, yakni secara tatap muka dan daring melalui platform Zoom, dengan Irmasanthi Danadharta, S.Hub.Int., M.A., sebagai moderator.


Pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu isu utama yang dibahas dalam konferensi. Selain mengubah cara perusahaan menjalankan bisnis, perkembangan AI juga mendorong dunia pendidikan menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif dan inovatif. Pembahasan tersebut menghadirkan perspektif dari Indonesia, Finlandia, Malaysia, dan Polandia mengenai transformasi bisnis berbasis AI dan pembangunan berkelanjutan.


Sejalan dengan tema tersebut, Bendahara YPTA Surabaya, Dr. Ontot Murwato S, M.M., Ak., CMA., CA., CPA., dalam sambutannya menekankan pentingnya penerapan konsep 3PL (Triple Bottom Line) dalam dunia bisnis.


“Regarding the 3PL (Triple Bottom Line) concept, it reminds us that businessmen should not only seek profit, but must also remember that the future must be managed fairly, because the next generation is the businessman who will run the business very well,” jelasnya (23/7)


Sementara itu, Wakil Rektor III Untag Surabaya, Dr. Sumiati, M.M., menyoroti pentingnya kemitraan lintas sektor untuk menghadapi tantangan global.


“We believe that partnership among universities, industries, professional association and government institution are an essential to addressing global challenges and creating a positive impact on society,” ujarnya.


Pentingnya kolaborasi juga menjadi perhatian Ketua Panitia, Dr. Dra. Ayun Maduwinarti, M.P. Ia menjelaskan, konferensi tersebut dirancang sebagai ruang bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk bertukar pengetahuan sekaligus memperluas jejaring kerja sama.


 “Tantangan transformasi bisnis saat ini tidak dapat dihadapi secara individual, melainkan membutuhkan sinergi lintas disiplin dan lintas negara,” tukasnya (23/7)


Konferensi ini turut dihadiri 75 Ketua Program Studi dari berbagai wilayah sebagai peserta sekaligus perwakilan anggota AIABI. Ketua AIABI, Dra. Novita Ikasari, M.Comm., Ph.D., menilai perkembangan geopolitik global dan kemajuan AI telah mengubah lanskap dunia kerja dan pendidikan.


Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masa depan.


 “It is the responsibility of academicians and scholars to influence the education. Let us start here. Let us start with ourselves in this room,” ujarnya (23/7)


Penguatan kolaborasi tersebut turut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Agreement antara sejumlah institusi. Penandatanganan yang melibatkan Dekan FISIP Untag Surabaya, Ketua Program Studi Administrasi Bisnis, Ketua AIABI, serta Dr. Muhammad, S.E., M.M., menjadi langkah awal memperluas kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.


Konferensi juga menghadirkan berbagai perspektif mengenai penerapan AI dalam dunia bisnis. Dr. Mohammad Soleh, S.AB., M.M., menyoroti pentingnya mempersiapkan organisasi yang tangguh dan inklusif melalui pendidikan administrasi bisnis. Dengan mengambil contoh industri hospitality dan manajemen hotel syariah, ia menegaskan bahwa pemanfaatan AI harus tetap berjalan seiring dengan nilai-nilai etika dan spiritual.


“Hospitality and study hotel must embrace AI while safeguarding ethical and spiritual values. Preparing resilience and inclusive organization is both a strategic necessity and a moral responsibility,” jelasnya.


Sementara itu, Dr. Mohd Khairulnizam Bin Zahari dari Universiti Malaysia Perlis mengulas peran AI dalam memperkuat ketahanan rantai pasok sekaligus mendorong transformasi bisnis yang berkelanjutan. Menurutnya, transformasi bukan sekadar mengadopsi teknologi baru, tetapi juga mengubah cara organisasi menciptakan nilai dan merespons berbagai tantangan di masa depan.


Dari perspektif Eropa, Dr. Muhammad Fareed memaparkan pengalaman Polandia dalam membangun ekosistem bisnis berbasis AI. Ia menekankan bahwa keberhasilan transformasi digital perlu diukur melalui keseimbangan antara kinerja ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan dampak sosial.


“They are always focusing on economic performance, environmental performance, and social performance,” tuturnya.


Adapun Prof. Arto Ojala dari University of Vaasa, Finlandia, menunjukkan bagaimana AI mampu mengolah data satelit menjadi business intelligence yang mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Teknologi tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk membantu dunia usaha memahami perubahan iklim sekaligus mengidentifikasi peluang bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan.


“Artificial intelligence is the tool to combine these different data sources to understand, for instance, climate change or sustainable business opportunities,” jelas Prof. Ojala.


Konferensi ini memperkuat kolaborasi FISIP Untag Surabaya dan AIABI dalam bidang pendidikan dan administrasi bisnis sekaligus mendorong pengembangan riset, inovasi, dan solusi bisnis yang adaptif terhadap perkembangan AI dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan. (Dini)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id