Wakil Rektor III Untag Surabaya, Dr. Sumiati, M.M., menegaskan bahwa mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi perlu menyeimbangkan knowledge, skill, dan attitude sebagai bekal menghadapi dunia kerja. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan pembekalan mahasiswa KIP-K Untag Surabaya di Auditorium Lantai 6 Gedung R. Ing Soekonjono.
Dalam kesempatan itu, Warek III Untag Surabaya menyoroti bahwa kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi masih terbatas. Dari seluruh lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di Indonesia, hanya sekitar 30 persen yang dapat melanjutkan ke perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Kondisi ini menempatkan mahasiswa KIP-K sebagai kelompok yang memiliki peluang lebih besar untuk berkembang.
Menurutnya, perkuliahan harus dimanfaatkan secara optimal, tidak hanya untuk memperoleh teori, tetapi juga mengasah keterampilan praktis.
“Ketika di bangku kuliah banyak diberikan teori, knowledge wajib dimaksimalkan. Ketika diminta praktik di lapangan, skill harus ditingkatkan,” ujarnya (21/4)
Ia menambahkan bahwa ketidakseimbangan antara teori dan praktik dapat menjadi kendala saat memasuki dunia kerja. Kemampuan akademik tanpa didukung keterampilan aplikatif dinilai belum cukup untuk memenuhi tuntutan lapangan kerja yang semakin kompetitif.
Lebih lanjut, akademisi tersebut menekankan bahwa aspek paling fundamental yang harus dibangun sejak dini adalah attitude.
“Saat ini bukan hanya knowledge dan skill yang dibutuhkan, yang lebih penting adalah attitude yang harus dibangun sejak awal,” tegasnya
Menurutnya, sikap yang baik akan membentuk karakter mahasiswa menjadi pribadi yang matang, tangguh, dan mampu beradaptasi dalam menghadapi dinamika perubahan serta tekanan di dunia kerja.
Dr. Sumiati juga mendorong mahasiswa untuk tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja, tetapi memiliki semangat kewirausahaan. Pengembangan potensi diri, termasuk dari hobi, dinilai dapat menjadi peluang untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Ia juga menekankan pentingnya proses pengembangan diri yang berkelanjutan.
“Kemampuan untuk terus meningkatkan kompetensi menjadi kunci agar dapat bertahan dan berkembang di dunia kerja yang terus berubah,” tegasnya
Pesan tersebut menegaskan bahwa mahasiswa KIP-K tidak hanya diharapkan unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan yang relevan serta karakter yang kuat, sehingga mampu bersaing dan berkontribusi secara nyata di masyarakat. (Dini)