Daniel Budianto di Untag Surabaya Ungkap Rahasia UMKM Melejit

  • 20 Mei 2026
  • 20

Seminar Saung Manajemen 2026 yang digelar Himpunan Mahasiswa Manajemen (Himajemen) Untag Surabaya menghadirkan tiga pemateri, yakni Ketua Fraksi PDI Perjuangan Komisi B DPRD Kota Surabaya H. Budi Leksono, S.H., akademisi Untag Surabaya Dr. Mega Novita, serta praktisi dan content creator Daniel Budianto, dalam membahas pengembangan UMKM di era digital.


Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (13/5/26) di Auditorium Lt. 6 Gedung R. Ing Soekonjono dengan mengangkat tema “UMKM Naik Kelas: Digitalisasi, Ekonomi Kreatif dan Peran Pemerintah”, yang menekankan pentingnya sinergi antara pelaku usaha, inovasi digital, dan dukungan kebijakan dalam mendorong UMKM agar mampu berkembang di era modern.


Tidak hanya diikuti mahasiswa Untag Surabaya, seminar ini juga menarik partisipasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi lain seperti UPN dan UNUSA. Sejak awal kegiatan, antusiasme peserta sudah terlihat melalui partisipasi aktif dalam setiap sesi yang berlangsung.


Ketua Program Studi (Kaprodi) Manajemen Untag Surabaya, Dr. Gustaf Naufan Febrianto, A.Md., S.E., M.M., menegaskan bahwa Saung Manajemen menjadi ruang dialog akademik yang mempertemukan mahasiswa dengan praktisi dan akademisi untuk memperluas wawasan di bidang manajemen dan kewirausahaan.


“Saung Manajemen adalah tempat untuk berdiskusi dan bertukar wawasan bersama narasumber. Tema yang diangkat juga sesuai dengan profil lulusan manajemen, yaitu sebagai analis manajemen, wirausahawan, dan manajer,” ujarnya (13/5)


Memasuki sesi diskusi, pembahasan pertama menyoroti posisi UMKM sebagai sektor yang dinilai paling adaptif terhadap perubahan tren pasar. Ketua Fraksi PDI Perjuangan Komisi B DPRD Kota Surabaya, H. Budi Leksono, S.H., menilai bahwa fleksibilitas tersebut menjadi kekuatan utama UMKM yang perlu terus diperkuat melalui digitalisasi.


Ia menekankan bahwa pemanfaatan teknologi kini tidak lagi terbatas pada pemasaran, tetapi juga mencakup sistem pembayaran hingga pengelolaan usaha berbasis digital. Hal ini, menurutnya, membuat UMKM semakin relevan dalam ekosistem ekonomi modern.


“UMKM lebih lincah dibanding perusahaan besar dalam mengubah produk mengikuti tren pasar yang berubah-ubah dan itu termasuk ketahanan ekonomi,” jelasnya


Selain itu, ia juga menegaskan bahwa peran pemerintah tetap penting dalam mendukung pertumbuhan UMKM melalui pelatihan, bantuan usaha, serta kebijakan yang berpihak pada pelaku usaha lokal.


Dari perspektif akademisi, Dr. Mega Novita menyoroti bahwa digitalisasi telah membuka ruang yang lebih luas bagi perkembangan ekonomi kreatif. Menurutnya, perubahan perilaku konsumen yang kini cenderung mencari informasi terlebih dahulu sebelum membeli produk membuat pelaku usaha harus lebih adaptif dan inovatif.


“UMKM harus naik kelas karena sekarang di era digitalisasi, sebelum membeli produk masyarakat pasti mencari tahu lebih dalam mengenai produk tersebut,” tuturnya.


Namun demikian, ia juga menyoroti tantangan yang kerap dihadapi, terutama dalam hal konsistensi pengembangan usaha di kalangan mahasiswa. Tidak sedikit usaha yang hanya berjalan sementara tanpa keberlanjutan.


“Sayang sekali kalau UMKM dari mahasiswa berjalan hanya ketika UTS saja,” tambahnya.


Sementara itu, dari sisi praktisi, Daniel Budianto membagikan pengalaman dalam membangun usaha sekaligus personal branding di media sosial. Ia menilai bahwa era digital membuka peluang besar bagi pelaku UMKM untuk tumbuh lebih cepat jika mampu memanfaatkan platform digital secara tepat.


Menurutnya, kekuatan utama saat ini tidak hanya terletak pada produk, tetapi juga pada bagaimana pelaku usaha membangun identitas dan kepercayaan di ruang digital.


“Personal branding cukup penting bagi pelaku UMKM di dunia digital seperti online shop, live TikTok, atau membuat konten untuk menarik perhatian masyarakat,” ungkap Daniel


Ketua Himajemen Untag Surabaya, Fitri Novita Diyani, menegaskan bahwa seminar ini dirancang sebagai respon atas berbagai tantangan UMKM, terutama dalam hal pemasaran, persaingan, dan pemanfaatan teknologi. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus inspirasi bagi mahasiswa dalam melihat peluang usaha di era digital.


“Kami berharap Seminar Saung Manajemen 2026 dapat menjadi wadah edukasi, inspirasi, dan kolaborasi bagi mahasiswa maupun pelaku UMKM,” tutupnya


Kegiatan kemudian ditutup dengan penampilan UKM Musik Untag Surabaya yang menambah suasana semakin hidup, sebelum acara berakhir dengan lancar dan penuh antusiasme dari para peserta. (Aura)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\