BPM Untag Surabaya Sosialisasikan SIKAMU

  • 20 Agustus 2026
  • 20

Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar Sosialisasi Sistem Informasi Kendali Mutu (SIKAMU) sebagai upaya memperkuat pelaksanaan penjaminan mutu secara digital, terintegrasi, dan terdokumentasi.


Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (18/8/2026) di Ruang Q.210, Gedung Roeslan Abdul Ghani, mulai pukul 08.30 WIB. Sosialisasi diikuti oleh auditee, dan auditor internal Untag Surabaya.


SIKAMU dikembangkan oleh Direktorat Sistem Informasi (DSI) YPTA Surabaya untuk mendukung proses pengelolaan, pemantauan, evaluasi, serta tindak lanjut terhadap pelaksanaan standar mutu di lingkungan universitas.


Sosialisasi ini diikuti auditee dari 58 unit kerja, meliputi perwakilan program studi, fakultas, dan unit di lingkungan universitas. Selain itu, kegiatan juga melibatkan 30 auditor internal Untag Surabaya yang telah ditunjuk oleh BPM.


Direktur DSI YPTA Surabaya, Eko Halim Santoso, M.Kom., mengatakan SIKAMU hadir sebagai sistem pendukung agar proses penjaminan mutu dapat berjalan lebih tertata dan mudah dipantau.


“DSI berperan dalam mengembangkan SIKAMU sebagai sistem pendukung penjaminan mutu agar proses pengelolaan, pemantauan, evaluasi, dan tindak lanjut dapat berjalan lebih tertata serta terdokumentasi. Melalui sosialisasi ini, kami berharap pengguna dapat memahami alur sistem sehingga SIKAMU dapat dimanfaatkan secara optimal oleh BPM, auditor, dan auditee,” ujar Eko.


Dalam kegiatan tersebut, Tim DSI hadir sebagai narasumber untuk menjelaskan fitur dan alur penggunaan SIKAMU. Materi disampaikan melalui pemaparan sistem, demonstrasi fitur, simulasi proses penggunaan, serta sesi diskusi dan tanya jawab.


Aulia Jasmin Safira, S.Kom., dari Tim DSI menjelaskan bahwa sosialisasi dilakukan untuk menyamakan pemahaman peserta terhadap penggunaan sistem sesuai peran masing-masing.


“Pada sosialisasi ini, kami menjelaskan alur penggunaan SIKAMU mulai dari pengisian data, proses monitoring, evaluasi, hingga tindak lanjut. Harapannya, auditee dan auditor memiliki pemahaman yang sama sehingga sistem dapat digunakan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing,” jelas Aulia.


Melalui SIKAMU, proses penjaminan mutu di Untag Surabaya diharapkan dapat berjalan lebih efektif. Sistem ini menyediakan informasi mengenai capaian standar, hasil evaluasi, temuan, serta tindak lanjut yang telah dilakukan oleh unit kerja dan program studi.


Penerapan SIKAMU juga diharapkan dapat mendukung pimpinan dan pengelola mutu dalam memperoleh informasi yang relevan sebagai dasar pengambilan keputusan. Dengan demikian, proses monitoring, evaluasi, dan perbaikan mutu dapat dilakukan secara berkelanjutan.


Sosialisasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat budaya mutu di lingkungan Untag Surabaya. Melalui kolaborasi BPM sebagai penyelenggara dan DSI sebagai pengembang sistem sekaligus narasumber, SIKAMU diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan tata kelola universitas. (Cahaya)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id